Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Muda (ICMI Muda) Pusat Dr. H. Tumpal Panggabean menyatakan bahwa kurban merupakan bentuk pengorbanan tertinggi kepada Allah SWT.

Hal tersebut telah dicontohkan oleh Ibrahim ketika diminta untuk mengorbankan anaknya, Ismail, disembelih. Apa yang dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail itu merupakan bukti cinta kepada Allah SWT.

“Kala itu Ibrahim mengorbankan anaknya untuk disembelih demi membuktikan kecintaannya kepada Allah dan Allah kemudian menggantinya dengan hewan kurban,” kata Tumpal.

Tumpal menegaskan apa yang dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail itu merupakan bentuk pengorbanan tertinggi seorang hamba kepada Allah.

Sedangkan kurban yang dilakukan oleh umat Islam di berbagai wilayah hanyalah bentuk pengorbanan pengganti, karena ada suatu masa di mana umat Islam akan dihadapkan pada pengorbanan tertinggi.

“Itu bukan bentuk pengorbanan tertinggi, tetapi masih pengorbanan pengganti. Artinya, suatu saat nanti kita akan dihadapkan pada pengorbanan tertinggi kita untuk membuktikan kecintaan kepada Allah SWT,” jelas Tumpal.

Pandemi Covid-19, menurut Tumpal, menjadi momentum pembuktian cinta kepada Allah. Di tengah suasana yang sulit ini, umat Islam diharapkan tetap bisa berkurban.

“Mudah-mudahan umat Muslim di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, bisa mengambil hikmah, tetap bisa ikut berkurban di dalam merayakan Idul Adha tahun ini,” tutup Tumpal. (*)