Meski berstatus tersangka KPK, ketua DPRD Tulungagung pimpin sidang paripurna pengumuman pemberhentian Bupati Syahri Mulyo serta pengusulan Wakil Bupati Maryoto menjadi bupati definitif pada jumar 31/05/2019.

Sebelumnya, Supriyono telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Supriyono diduga menerima uang sejumlah Rp4,88 miliar dari Bupati Tulungagung periode 2013-2018 Syahri Mulyo terkait dengan pembahasan dan pengesehan APBD dan atau APBD-P Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018

Supriyono, politisi PDIP sekaligus ketua dewan didampingi oleh dua wakilnya, Adib Makarim dari FKB dan Agus dari Gerindra dalam rapat paripurna tersebut.

Rapat yang seharusnya di mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, Molor beberapa jam, karena menunggu peserta sidang kuorum,” kata Supriyono di awal pembukaan sidang paripurna.

Namun tak semua anggota dewan hadir. Dari total 50 anggota dewan, hanya 36 yang hadir.

Usai mengikuti rapat paripurna, Supriyono yang sudah ditunggu wartawan bergegas meninggalkan ruang sidang melalui pintu belakang.

Supriyono keluar dengan terburu-buru. Sejumlah wartawan berusaha mengejar untuk mengonfirmasi penetapan statusnya sebagai tersangka oleh KPK. Namun usaha awak media gagal.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Tulungagung Adib Makarim mengatakan meskipun rapat paripurna tersebut dipimpin seorang tersangka dugaan korupsi tetap sah.

“Selama belum ada kekuatan hukum tetap ya sah-sah saja,” ujarnya. (Muyass)