Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo secara tegas kembali mengatakan bahwa 99% kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Tanah Air disebabkan oleh manusia dan hanya 1% saja yang disebabkan oleh faktor alam. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Kementerian/Lembaga Terkait untuk kesiapan menghadapi karhutla di enam provinsi di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (04/072019).

Menurut Doni, dua faktor terbesar karhutla oleh manusia ini terjadi karena disengaja maupun tidak disengaja. Pembukaan lahan untuk perkebunan dengan membakar hutan dan lahan adalah bagian dari unsur kesengajaan yang hingga saat ini masih sering ditemui. Doni mengakui bahwa setiap desa bahkan ada sepuluh hingga belasan orang yang dibayar untuk melakukan hal tersebut.

Faktor di luar kesengajaan yang lain ialah perilaku manusia yang membuang puntung rokok atau benda jenis logam maupun kaca sembarangan, sehingga dapat menimbulkan api yang didukung oleh kondisi cuaca dan angin serta terik matahari di musim kemarau.

Apa yang dilakukan BNPB bersama Kementerian dan Lembaga selama ini juga belum sesuai harapan. Cara-cara pemadaman karhutla dengan water bombing, modifikasi cuaca, dan pemadaman darat, dinilai masih belum berhasil karena kedalaman gambut itu sendiri berkisar antara 10-36 meter.

“Cara-cara yang kita lakukan masih belum berhasil karena yang padam di permukaannya saja. Sedangkan kedalaman gambut ini mencapai 36 meter. Jadi permukaan padam, tapi di dalamnya masih ada bara api”, kata Doni.

Menurut Doni, salah satu solusi yang harus segera diambil adalah dengan upaya pencegahan yang melibatkan kolaborasi antara TNI dan Polri. Pencegahan tersebut harus dilakukan dengan pendekatan budaya, sosial, religi dan kekeluargaan dengan warga yang menjadi pelaku. Apabila hal itu masih belum berhasil maka harus ada penegakan hukum yang tegas.