ICMI Muda Selesai Selenggarakan Muktamar III di Mandalika, Ini Hasilnya

  • Share

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Muda (ICMI Muda) telah selesai menyelenggarakan Muktamar III di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 27-28 Februari 2021.

Terpilih sebagai Ketua Presidium periode 2021-2026 adalah Dr. H. Tumpal Panggabean. Doktor Filsafat Pemikiran Poltik Islam itu terpilih berdasarkan hasil musyawarah tim formatur yang terdiri dari perwakilan Majelis Pimpinan Wilayah, Majelis Istiqomah dan Majelis Pimpinan Pusat serta perwakilan Tiknas.

Selain memutuskan Tumpal sebagai Ketua Presidium, hasil musyawarah juga memutuskan Dr. Dina M.Si sebagai Sekretaris Jenderal.

Kegiatan Muktamar III ICMI Muda dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari 2021 di Novotel, Mandalika, dengan mengusung tema “Membangun Sumber Daya Manusia dan Sinergisitas untuk Kemandirian Organisasi dalam Mewujudkan Kepemimpinan Umat”.

Beberapa tokoh nasional tampak hadir, baik secara daring maupun luring. diantara yang hadir ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Selanjutnya ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur NTB Zulkiflimansyah, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, dan tokoh muda nasional Prof. Nur Firdaus.

A.M Iqbal Parewangi, yang juga Ketua Majelis Istiqomah, menyampaikan dalam paparan strategisnya bahwa penunjukan Mandalika sebagai tuan rumah muktamar adalah pilihan yang cerdas.

Desain Wonderful Indonesia yang salah satunya menetapkan NTB sebagai destinasi super prioritas adalah bentuk keadilan yang dulu pernah ia suarakan saat menjadi anggota DPD RI.

“Saya selama 5 tahun di DPD RI di hubungan internasional, saya gelisah saat ada lompatan pariwisata unggulan Indonesia dari Bali lompat ke Raja Ampat, padahal ada NTB yang sangat luar biasa destinasi wisatanya,” kata Iqbal.

“NTB adalah part of the future pariwisata Indonesia bukan Bali kedua,” tambah Iqbal Parewangi.

Iqbal juga menyinggung soal kepemudaan dan kecendekiawanan. Menurutnya menjadi muda itu tidak cukup, tetapi harus juga cendekia.

“Berspirit muda dengan identitas kuat dan berkomitmen pada ke-Indonesiaan. Dengan dua identitas dasar yaitu diawali dengan kecendekiawanan dan ditutup dengan kepemudaan,” kata Iqbal.

Sementara itu Tumpal Panggabean dalam sambutan mengatakan bahwa ICMI Muda ingin menyuarakan Indonesia dari Mandalika.

Ia mengatakan bahwa cendikia muda harus terus berkarya, melakukan hal-hal baru, dalam keadaan apapun.

“Apapun kondisi dan situasinya cendikia muda Indonesia harus tetap berkarya, kita tidak boleh berhenti, tidak boleh putus asa, kita harus terus melakukan terobosan-terobosan baru, inovasi baru, gaya-gaya baru, karena kita anak muda era baru,” kata Tumpal.

“Ini adalah amanah sangat besar dari sahabat-sahabat ICMI Muda, tentu saya akan berupaya menjalankan amanah ini sebaik-baiknya, saya akan berupaya dengan sinergitas bersama semuanya,” tambah Tumpal Panggabean.

Muktamar ICMI Muda III di Mandalika juga melahirkan tujuh rekomendasi strategis untuk bangsa,  yaitu empat rekomendasi eksternal dan tiga rekomendasi internal.

Empat rekomendasi eksternal yaitu:

1. ICMI Muda mendorong tampilnya kepemimpinan nasional yang cendikia dan berspirit muda

2. ICMI Muda bersinergi untuk mewujudkan kepemimpinan ummat

3. ICMI Muda berkomitmen untuk berperan aktif pada keselamatan, kesehatan, dan kedaulatan anak bangsa termasuk membangun food security dan pandemi. 

4. ICMI Muda menilai pariwisata Lombok adalah part of the future pariwisata Indonesia

Sementara tiga rekomendasi strategis berisafat internal untuk mewujudkan kemandirian organisasi. (*)

  • Share