Indonesia gagal menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) menunjuk Brisbane, Australia.

Dalam pemungutan suara, Brisbane menang telak dengan raihan 72 suara dari total 77 anggota IOC yang mempunyai hak suara valid.

Brisbane menjadi satu-satunya kandidat yang dibawa dalam rapat tersebut setelah IOC menyetujui usulan Dewan Eksekutif yang mengusung ibu kota negara bagian Queensland itu sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 menyusul rekomendasi Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan pada Februari lalu.

Sebelum dibawa dalam rapat IOC, Brisbane juga menjadi satu-satunya kandidat yang telah mendapat status targeted dialogue, sedangkan Indonesia baru pada tahap continuous dialogue. 

Proses bidding tuan rumah Olimpiade 2032 menggunakan format baru. Negara yang berminat menjadi penyelenggara pesta olahraga terakbar empat tahunan di dunia itu harus melewati beberapa tahap, yakni interested party, continuous dialogue, targeted dialogue, kemudian menjadi preferred host.

Beberapa kota dan negara secara terbuka menyatakan minatnya untuk menyelenggarakan Olimpiade 2032, termasuk Indonesia, ibu kota Hongaria Budapest, China, ibu kota Qatar Doha dan wilayah lembah Ruhr Jerman.

Keberhasilan Brisbane menjadi penyelenggara Olimpiade 2032 itu disambut suka cita Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

“Ini adalah hari bersejarah, tidak hanya untuk Brisbane dan Queensland, tetapi juga untuk seluruh negara,” kata Perdana Menteri Scott Morrison dikutip dari Reuters, Rabu (21/07/2021).

“Hanya kota-kota global yang dapat menggelar Olimpiade, jadi ini adalah pengakuan yang tepat untuk posisi Brisbane di seluruh region kami dan di dunia,” tambahnya. (*)