JIS Bawa Misi Kesejahteraan Warga DKI Jakarta

  • Share

Jakarta Internasional Stadium (JIS) dibangun dengan misi kesejahteraan bagi seluruh warga DKI Jakarta, termasuk bagi warga Kampung Bayam berjumlah 642 kepala keluarga (KK) yang dulu menghuni kawasan tersebut.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Perseroda Widi Amanasto mengatakan roda ekonomi akan bergerak dari berbagai macam sektor.

“Dari sektor ‘food and beverages’, sektor pariwisata, dan lain-lain,” ujar Widi di Jakarta Utara, Jumat (22/10/2021).

Widi mengatakan sebelum pembangunan JIS, lahan di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok itu tak terurus bahkan jadi tempat pembuangan sampah sembarangan.

Di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, warga Kampung Bayam membangun tempat tinggal mereka.

Lalu pemerintah mulai merencanakan pembangunan JIS di lokasi tersebut sebagai ikon baru Ibu Kota yang bisa menjadi pusat roda perekonomian.

Namun, pemerintah tidak serta-merta ingin mengusir warga Kampung Bayam yang tinggal di sana, malah membuat rencana aksi penawaran kepada mereka.

“Apakah mau dibangunkan rumah susun yang lebih layak atau bersedia pindah dengan uang pengganti,” kata Widi.

Aksi itu dikenal dengan nama “Resettlement Action Plan” (RAP) atau istilah lainnya program ‘ganti untung’ karena program tersebut tetap diberikan kepada masyarakat meski mereka menempati lahan yang sebenarnya milik pemerintah.

Warga Kampung Bayam rata-rata memilih tidak menerima tawaran pindah ke rumah susun, mereka lebih memilih pindah secara sukarela dengan uang pengganti, maka permintaan itu pun dikabulkan oleh Jakpro.

Sebagian lagi warga Kampung Bayam yang menerima tawaran pindah ke rumah susun, diseleksi pula oleh Jakpro untuk diberikan pekerjaan sebagai pekerja operasional di Jakarta International Stadium.

Ada yang sebagai tenaga sekuriti, teknisi, tenaga kebersihan (housekeeping), penjaga kantin dan lain-lain yang jumlahnya mencapai 135 KK.

Yang sudah lolos, nantinya akan mendapat hunian pekerja pendukung operasional (HPPO) berbentuk kampung susun yang lokasinya berdekatan dengan JIS.

Widi mengatakan pembangunan HPPO dilaksanakan setelah proyek pembangunan stadion rampung

Jadi, sambil menunggu operasional selesai, mereka belum menerima perlakuan (treatment) apa-apa, tetapi komunikasi tetap dijalin Jakpro dengan mereka selagi menunggu pembangunan JIS selesai.

“Mereka pasti ke sini karena sudah dikomunikasikan. Rumah kampung susunnya letaknya di dekat danau (Cincin) Tanjung Priok yang masih di sekitar area JIS juga,” kata Widi. (*)

  • Share