Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh, menyatakan tentang pentingnya ilmu keterampilan dan inovasi bagi siswa madrasah. ia mengatakan bahwa madrasah keterampilan merupakan ikhtiar kita untuk membekali kecakapan hidup atau life skill para lulusan madrasah agar siap memasuki dunia kerja, 

Hal ini ia sampaikan saat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyalurkan bantuan senilai Rp. 400 juta untuk MAS Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. M Daud Pakeh menyerahkan langsung bantuan kepada Kepala MAS, Miswari, di Aceh Utara, Sabtu (30/11/2019).

Hadir menyaksikan, Rektor IAIN Malikussaleh, Afifuddin, Kabid Pendidikan Madrasah Idris, Kepala Kankemenag Aceh Utara Salamina, Perwakilan Dinas Pendidikan Aceh Utara, Muspika dan tokoh masyarakat setempat.

Menurutnya, prestasi tertinggi dalam belajar adalah kreativitas. Apabila unsur kreativitas tidak ada, maka pendidikan akan kehilangan semangat vitalnya. “Kita berusaha keras untuk melakukan berbagai kegiatan yang mampu merangsang kreativitas dan inovasi anak,” sebutnya.

“Didiklah anak didik sesuai bakat yang dimiliki, dan itu penting sebagai kreativitas mereka. Karenanya, vokasi adalah bagian kehidupan,” sambungnya.

Daud Pakeh menilai, sekarang saat yang tepat untuk membekali peserta didik dengan keterampilan sebagai bekal hidup mereka. Tidak semua lulusan madrasah berkesempatan melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi. “Keterampilan bisa menjadi bekal mereka menjalani kehidupan,” lanjutnya.

Kemenag Aceh, lanjut Daud Pakeh, melalui bidang pendidikan madrasah berkomitmen untuk terus mengembangkan ketrampilan. “Kita inginkan madrasah yang punya kompetensi untuk dijadikan madrasah ketrampilan sesuai dengan kebutuhan zaman dan kondisi daerah,” tegasnya.

Kemenag Aceh telah mengusulkan ke Ditjen Pendidikan Islam agar MAN 1 Aceh Utara dan MAN 1 Kota Langsa dijadikan MA Ketrampilan.

Hal senada disampikan Kepala Kankemenag Aceh Utara Salamina. Dia menegaskan komitmennya untuk berkhidmat memajukan pendidikan madrasah.

“Pendidikan adalah harapan. Di sini pendidikan keterampilan tidak lazim, dan madrasah seunuddon adalah satu-satunya di Aceh utara. Pendidikan untuk menggali potensi dan bakat, melalui jalur skil menjahit dan otomotif,” ujar Salamina.

“Kita kelola pendidikan dengan baik, sebagai wasilah ladang amal, demi kebaikan anak-anak kita sebagai generasi penerus,” lanjutnya.

Madrasah Vokasi Seunuddon fokus pada pengembanham keterampilan tata busana, perbengkelan dan pengelasan. Madrasah vokasi ini telah mendapat SK izin operasional khusus dari Ditjen Pendidikan Islam.

Usai menyalurkan bantuan, Kakanwil dan Kabid Penmad meninjau ruang menjahit tempat kreativitas siswa madrasah. Rombongan juga meninjau pelaksanaan Ujian Semester Siswa Madrasah Berbasis Komputer (USMBK) siswa madrasah