Istilah khoirul ummah atau umat terbaik bukanlah umat yang saling membenci dan mencaci, tetapi umat yang mau mau menerima satu sama lain. Dalam konteks keindonesiaan, khoirul ummah adalah kebhinekaan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Zuhad Aji Firmantoro saat pelantikan pengurus HMI Cabang Tangerang Raya di Pendopo Bupati Tangerang, Sukasari, Kota Tangerang, Sabtu (24/08/2019).

“Kita ini memahami khoirul ummah dalam konteks keindonesiaan dengan kebhinekaan,” kata Aji.

Pada kesempatan itu, Aji mengingatkan kader-kader HMI untuk menginternalisasikan nilai-nilai ulil albab.

Ia menyebut salah satu kriteria ulil albab adalah kritis, termasuk kritis dalam menyikapi sebuah informasi.

“Penting bagi kita untuk kritis terhadap sebuah informasi, sehingga tidak terjebak pada berita hoaks,” tutur Aji.

Aji meminta kepada kader-kader HMI untuk bertabayun terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan atas informasi yang didapatkan.

Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya Anov RD Pranata menyebut kondisi mahasiswa di Tangerang yang mayoritas adalah pekerja menjadi tantangan bagi HMI.

“Biasanya mahasiswa yang kuliah sambil bekerja agak sulit untuk diajak berorganisasi, waktu mereka sudah terbagi,” kata Anov.

Meski begitu, Anov bertekad menjadikan HMI sebagai wadah bagi mahasiswa yang ingin maju bersama membangun Tangerang.

Untuk satu periode kedepan HMI Cabang Tangerang Raya mengambil tema Mewujudkan HMI Tangerang Raya Menjadi Organisasi Produktif, Progresif, dan Aspiratif untuk Tangerang Raya.

Dengan tema itu, Anov bertekad membawa HMI Cabang Tangerang Raya berkontribusi lebih dalam proses pembangunan di Tangerang.

“HMI Cabang Tangerang Raya siap menjadi mitra kritis, mitra strategis bagi Pemerintah Kota maupun Kabupaten Tangerang,” pungkas Anov.

Pelantikan HMI Cabang Tangerang Raya ini juga dihadiri oleh Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, dan MD KAHMI Kota Tangerang. (*)