Klub-klub Top Eropa Dirikan Liga Super Eropa, UEFA Mengancam

  • Share

Sebanyak 12 klub di Eropa menyatakan sepakat untuk berkompetisi di Liga Super Eropa.

Ke-12 klub tersebut adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Juventus, Inter Milan, AC Milan, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Tottenham Hotspur, Manchester City, dan Chelsea.

Tiga tim lagi diharapkan untuk bergabung dalam waktu dekat sehingga menggenapkan Klub Pendiri menjadi 15 klub. Setiap klub Pendiri Super League akan menerima dana komitmen senilai € 350 juta dari sponsor.

Nama Florentino Perez (Real Madrid) ditunjuk menjadi pimpinan utama Liga Super Eropa yang kemudian diikuti oleh Andrea Agnelli (Juventus) serta Joel Glazer (Man United) yang  bertindak sebagai wakilnya.

Dalam keterangannya, Florentino Perez menyatakan Liga Super Eropa akan menyelematkan sepak bola.

Pandemi COVID-19 telah membuat pendapatan klub menurun. Beberapa klub bahkan mengalami kerugian yang nilainya cukup besar.

“Asosiasi Klub Eropa mengatakan mereka telah kehilangan 5 miliar euro. Di Real Madrid kami memiliki anggaran sebesar 800 juta euro dan kami menyelesaikannya dengan 700 juta euro. Tahun ini, bukan 900 juta, mari kita lihat apakah kami mendapatkan 600 juta. Dalam dua musim Madrid rugi 400 m,” ucap Presiden Madrid ini.

“Jika Anda tidak memiliki penghasilan selain uang TV, cara terbaik untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan memiliki permainan yang lebih menarik yang dapat dilihat oleh penggemar dari seluruh dunia,” tambahnya.

UEFA Mengancam

Otoritas sepak bola Eropa (UEFA) mengancam memberikan sanksi kepada klub-klub yang bergabung dengan Liga Super Eropa.

Presiden UEFA Alexander Ceferin pada Senin (19/04/2021) mengatakan para pemain yang tergabung dengan klub-klub peserta Liga Eropa akan dilarang tampil di Piala Dunia dan Piala Eropa.

“Para pemain yang akan bermain di tim-tim yang mungkin bermain di liga itu akan dilarang ikut Piala Dinia dan Euro,” kata Caferin.

Ceferin juga menyerukan dunia sepakbola untuk bersatu melawan “rencana sinis” yang berpotensi menyebabkan perpecahan besar di liga-liga utama di Eropa.

“Saya tidak bisa menekankan lebih kuat bagaimana semua orang bersatu melawan proposal yang memalukan dan mementingkan diri sendiri itu, yang didorong oleh keserakahan di atas segalanya,” ujar Ceferin. (*)

  • Share