Warga korban gempa dan tsunami Palu-Donggala mengeluhkan lambannya proses pembangunan rumah bantuan korban.

Hal ini berdasarkan laporan jurnalis kliksaja.co Sulteng. Saat melakukan liputan tentang realisasi pembangunan rumah bantuan korban gempa dan tsunami Palu-Donggala di Desa Jono, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.

“Rumah bantuan yang proses pembangunannya berlangsung sejak oktober 2018 sampai sekarang belum selesai pembangunannya”. Demikian keterangan salah satu warga korban gempa tsunami dari Desa Jono.

Sasaran pembangunan sendiri sekitar 50 rumah, dengan anggaran per unit rumah sebesar 20 – 25 juta rupiah.

Lambannya pembangunan rumah untuk korban disebakan karena buruknya manajeman realisasi pembangunan yang pelaksanaanya langsung di bawah Dinas Sosial Kabupaten Donggala.

“Dana bantuan sosial untuk perbaikan rumah korban melalui Dinas sosial Kabupaten Donggala terhambat, karena Kabid yg merangkap sebagai PPK membelikan bahan material yang tidak mencapai harga sesuai RAB”. Keluh salah satu warga Desa Jono.

Warga terlihat kesal dan marah akibat lambannya pembangunan rumah di bawah pengelolaan Dinas Sosial Kabupaten Donggala.

“Banyak rumah yg tidak bisa direhab dikarenakan upah tukang tidak ada dan material yg tidak cukup”. Uangkap korban, dengan nada tinggi.

Warga berharap agar proses pembangunan rumah di percepat, agar mereka dapat kembali menjalani roda kehidupan seperti sediakala.