Wisatawan Mancanegara (Wisman) asal Malaysia tercatat paling banyak berkunjung ke Indonesia selama 2019. Dalam kurun waktu Januari sampai Oktober 2019, tercatat 2,58 juta turis asal Malaysia berkunjung ke Indonesia.

“Kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama 2019 paling banyak berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 2,58 juta kunjungan (18,94 persen), Tiongkok 1,77 juta kunjungan (13,01 persen), Singapura 1,55 juta kunjungan (11,38 persen), Australia 1,15 juta kunjungan (8,42 persen), dan Timor Leste 1,02 ribu kunjungan (7,48 persen),” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (02/12/2019).

Suhariyanto menyebut sepanjang 2019, dari bulan Januari sampai Oktober 2019, total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 13,62 juta kunjungan.

Jumlah tersebut naik 2,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 yang hanya 13,25 juta kunjungan.

“Jumlah kunjungan wisman sepanjang Oktober 2019 itu terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 856,35 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 336,04 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 162,01 ribu kunjungan,” tutur Suhariyanto.

Menurut Suhariyanto, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan kunjungan wisman tersebut terjadi sekurangnya di sepuluh pintu masuk udara dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 62,48 persen, diikuti Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, naik 37,42 persen, dan Bandara Minangkabau, Sumatra Barat naik 30,11 persen,” lanjut Suhariyanto

Sedangkan persentase kenaikan terendah terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau sebesar  0,87 persen.

Sementara penurunan jumlah kunjungan wisman terjadi di lima pintu masuk udara dengan persentase penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sebesar 22,70 persen, dan persentase penurunan paling rendah terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat sebesar 2,97 persen. (*)