Enam pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) dilantik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Kamis (25/04/2019).

Keenam pimpinan itu adalah
Dr. H. Basri, M.A. (Rektor IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa), Delmus Punari Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. (Rektor IAIN Manado), Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag.(Rektor IAIN Salatiga).

Kemudian Dr. Ridha Ahida, M.Hum. (Rektor IAIN Bukittinggi), Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M.A. (Ketua STAIN Bengkalis), dan Dr. Zulkarnain, M.Ag., (Ketua STAIN Gajah Putih Takengon Aceh Tengah).

Dalam sambutannya, Menag meminta kepada semua pejabat agar senantiasa menjaga amanah dan menjaga integritas.

Selain itu juga menjauhi segala tindakan yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat kepada lembaga pemerintah.

Terutama kepercayaan kepada Kemenag yang telah berulang kali mengalami turbulensi.

“Jangan biarkan kondisi di mana sebagian diantara kita bersusah payah membangun dan menjaga kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama, sebagian yang lain justru meruntuhkannya, baik karena penyimpangan, maupun akibat kinerja yang rendah,” pesan Menag.

Untuk pengembangan keilmuan, Menag meminta kepada para Rektor dan Ketua PTKIN yang baru dilantik agar mengembangkan spesialisasi ilmu-ilmu agama.

Hal ini untuk menghasilkan sarjana yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab membangun umat dan memajukan bangsa.

“Kalau PTKIN sekarang ini mengembangkan spesialisasi keilmuan di luar ilmu keagamaan murni, maka hal itu tetap diatas pangkuan nilai nilai keagamaan,” tegas Menag.

Pimpinan PTKIN harus bisa menjaga prestasi dan prestise institusi pendidikan tinggi.

Menjadi garda terdepan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat, termasuk menanamkan nilai nilai kejujuran dan kebenaran kepada generasi penerus.

Menag tidak lupa mengingatkan agar pengelolaan PTKIN dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi kepada pelayanan terhadap pemangku kepentingan, terutama dosen, mahasiswa, karyawan, orangtua atau wali mahasiswa dan lainnya.

PTKN juga harus memiliki peran dan andil dalam membangun generasi yang peduli literasi.

“Untuk itu, saya minta program penguatan literasi keilmuan agar menjadi prioritas kepada semua PTKN, termasuk literasi mengenai ideologi kebangsaan,” ujar Menag.

Pelantikan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. (*)