Kementerian Agama kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ini merupakan kali kelima Kemenag berhasil memperoleh opini tersebut atas laporan keuangan yang disampaikan.

Atas keberhasilan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya agar tidak berpuas diri atas capaian tersebut. 

“Jangan berpuas diri, jalan masih teramat panjang,” cuit Menag Yaqut melalui akun Twitternya @YaqutCQoumas, Rabu (09/06/2021) petang. 

“Fokus @Kemenag_RI adalah layanan prima untuk masyarakat, apa yang dicapai sampai saat ini adalah dalam rangka melayani masyarakat. Tetap semangat, terukur  dan  berikan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia,” imbuh Menag. 

Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam berbagai kesempatan mengingatkan tiga semangat baru yang harus dimiliki seluruh jajarannya dalam mengelola Kemenag.

Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan. 

Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. 

Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan. 

Dengan tiga semangat baru Kemenag tersebut, selanjutnya Menag menetapkan beberapa program prioritas. Di antara program prioritas yang telah berjalan saat ini adalah Revitalisasi KUA, Kemandirian Pesantren, serta Penguatan Moderasi Beragama. (*)