Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyesalkan tindakan perusakan mushola Al Hidayah di Minahasa Utara pada Rabu (29/01/2020) malam.

“Saya atas nama Pemerintah sangat menyesalkan atas terjadinya perusakan Mushola Al Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Kec Kauditan, Kab Minut, Sulut,” ujar Menag di Jakarta, Minggu (02/02/2020).

“Apapun alasannya, perusakan itu sangat tidak dapat ditoleransi,” lanjutnya. 

Menag mengapresiasi respon cepat yang telah dilakukan aparat, baik Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, Kejaksaan, Kankemenag Kab Minahasa Utara dan Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tokoh agama, adat dan masyarakat dalam mengatasi keadaan. 

“Pelaku perusakan telah ditangkap dan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Menag. 

Sementara itu Kankemenag Kabupaten Minahasa Utara telah mengeluarkan surat rekomendasi pendirian rumah ibadah (masjid) Al Hidayah.

Surat rekomendasi dengan No B-263/KK.23.13.2/BA.00.1/01/2020 itu ditandatangani oleh Kepala Kantor Kemenag Minahasa Utara Anneke M Purukan per 31 Januari 2020.

Surat tersebut intinya menyatakan tidak keberatan dan menyetujui permohonan pendirian Masjid Al Hidayah Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan.

Surat rekomendasi tersebut juga mencakup sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi. Pertama, tetap menjaga dan memelihara stabilitas nasional.

Kedua, menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, melakukan koordinasi, melapor pada pemerintah setempat.

Keempat, menyampaikan laporan secara berkala tentang keberadaan dan perkembangan Masjid Al Hidayah Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara.

Dan kelima, apabila di kemudian hari ada hal-hal yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku, maka surat rekomendasi ini dapat ditinjau kembali.

Selain kepada Kepala Kanwil Kemenag Sulut, surat rekomendasi ini juga ditembuskan kepada Bupati dan Kapolres Minahasa Utara.

“Izin resmi pendirian masjid tersebut akan diajukan pada Senin 3 Februari 2020, dan akan dikawal oleh Kapolres Minahasa Utara dan Dandim. Sehingga,  segera diterbitkan izinnya oleh Bupati dan dibantu pembangunannya,” jelas Menag.

“Mushola telah diperbaiki dan Sabtu malam sudah kembali dipakai untuk shalat,” sambungnya. (*)