Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju, Jenderal (Purn) Fachrul Razi menyampaikan tiga langkah prioritas pencegahan korupsi di Kementerian Agama (Kemenag).

Hal itu disampaikan Menag dalam rapat koordinasi bersama jajaran pimpinan Kemenag se-Indonesia, Selasa (29/10/2019).

“Tiga prioritas aksi tentang korupsi itu adalah, pertama tutup semua pintu peluang untuk terjadinya korupsi. Kedua, buka kehadiran “whistle blower” dan ketiga tindak tegas (pelanggar), administrasi maupun hukum,” jelas Menag Fachrul Razi .

Menurut Menag, Kemenag sering dibaratkan sebagai orang yang mengenakan baju putih. Sedikit saja kena noda dan kotoran akan jelas terlihat bekasnya.

“Saya tidak perlu menjelaskan lagi maksud ilustrasi di atas. Sayang kalau kita tidak bisa berbuat banyak untuk Kementerian Agama, justru malah membuat nama Kementerian Agama menjadi jelek,” kata Menag.

Pada kesempatan itu, ia mengajak para pimpinan melakukan introspeksi terhadap tugas dan fungsi yang dijalankan.

“Wajah Kementerian Agama pada hakekatnya adalah wajah umat beragama di tanah air,” tutup Menag. (*)