Menteri Energi dan Sumer Daya Mineral (ESDM) optimis pertumbuhan mobil listrik di Indonesia berada pada tren positif apabila mendapat sokongan dari luar sektor energi.

Optimisme itu didasari atas tingginya animo global terhadap permintaan mobil listrik.

“Mobil listriknya tumbuhnya cepat, kalau disertai dukungan sektor lain seperti perindustrian dan keuangan. Saya sendiri yakin, (mobil listrik ini) pasti tumbuh besar,” terang Jonan di sela-sela peresmian PLTU Grati di Kab. Pasuruan, Jawa Timur pada Jumat (26/07/2019).

Hadirnya mobil listrik akan memberikan dampak positif bagi sektor energi, yaitu mengurangi polusi udara dan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kementerian ESDM sendiri tengah menyiapkan infrastruktur yang mendukung penggunaan mobil listrik. Salah satunya melalui pembangunan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Jonan menyarankan kepada PLN agar SPLU massif dibuat di tempat-tempat keramaian.

“SPLU itu seharusnya dibuat di tempat ramai seperti mall, pasar, gedung perkantoran atau parkir-parkir publik Tapi, di kemudian hari ini tergantung pada industri otomotif itu sendiri,” ungkapnya.

Saat ini, Kementerian ESDM terus mendorong lahirnya regulasi yang tepat guna menentukan perkembangan mobil listrik di masa mendatang.

“Kami sedang menunggu Peraturan Presiden (Perpres) mobil listriknya. Perpres mobil listrik akan menentukan seperti apa arah mobil listrik di Indonesia. PPnBM, bea masuk, kandungan lokal dalam negeri, assembling-nya seperti apa kita akan mempelajari setelah policy-nya keluar,” kata Jonan. (*)