Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI belum resmi mengumumkan real count  dan hampir semua lembaga survei yang melakukan hitung cepat (quick count) diketahui pasangan calon (Paslon) nomer urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tersingkir. 

Sedangkan paslon nomer urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat akan head to head dengan paslon nomer urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Karena, hampir semua lembaga survei yang melakukan hitung cepat menyatakan tak ada paslon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta yang meraup suara di atas 50 persen plus satu suara (orang).

Artinya, Pilkada DKI 2017 akan berlangsung dua putaran.  Lalu, bagaimana tahapan Pilkada DKI dua putaran?

Laman www.kpujakarta.go.id melansir, bila Pilkada DKI berlangsung dua putaran, KPU DKI Jakarta akan menetapkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua pada 4 Maret 2017.

KPU DKI akan melakukan rekapitulasi daftar pemilih mulai 5 Maret sampai 19 April 2017. Selanjutnya, KPU DKI akan melakukan sosialisasi pemilihan pada 4 Maret sampai 15 April 2017.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan disediakan waktu untuk berkampanye dan penajaman visi-misi pada 6-15 April 2017.

Tahapan selanjutnya adalah masa tenang serta pembersihan alat peraga, yakni pada 16 sampai 18 April 2017. Pemungutan dan penghitungan suara akan digelar tanggal 19 April 2017, serta rekapitulasi suara tanggal 20 April sampai 1 Mei 2017.

Bila tidak ada sengketa, pasangan calon terpilih akan ditetapkan pada 5 atau 6 Mei 2017. Jika masih ada sengketa, penyelesaiannya mengikuti jadwal MK. Penetapan pasangan calon terpilih akan dilaksanakan paling lama tiga hari setelah keluar putusan MK.

 

[***]