AS Roma bekerjasama dengan Center for Missing and Exploited Children di Amerika Serikat dan Telefono Azzurro di Italia untuk menggunakan media sosial klub sebagai cara meningkatkan kesadaran tentang nasib anak-anak yang hilang pada musim panas ini.

Dalam beberapa musim terakhir, Roma telah mengukir reputasi sebagai pemimpin digital dalam hal inovasi penggunaan media sosial klub sepak bola, khususnya pengumuman transfer yang layak dianugerahi penghargaan dalam dua musim panas terakhir.

Setelah memulai tren untuk pengumuman transfer di media sosial yang lucu dan aneh pada tahun 2017, Roma mengubah gaya video pada tahun 2018 Dan beralih ke upaya lo-fi yang disengaja, termasuk kreasi dengan photoshop yang secara sadar dibuat buruk – pengumuman transfer sekali lagi menjadi viral di Twitter.

 

Embedded video

AS Roma English

@ASRomaEN

Official: Leonardo Spinazzola is now a Roma player.

This summer will use each transfer announcement video on social media to help raise awareness about the search for missing children globally.
@MissingKids ❤️ @telefonoazzurro

Sebagai awal, klub akan merilis dua video per pengumuman transfer pemain melalui akun media sosial – satu menampilkan anak-anak Italia, dan yang lainnya menampilkan remaja Amerika Serikat. Klub saat ini sedang dalam pembicaraan dengan badan amal Inggris terkait pemberian informasi dan foto anak hilang di Eropa.

Detail tentang anak-anak yang ditampilkan dalam video, yang semuanya saat ini hilang, disediakan oleh National Center for Missing and Exploited Children di Amerika Serikat dan Telefono Azzurro di Italia, setelah klub bermitra dengan kedua organisasi untuk gerakan ini pada musim panas.

Didirikan pada tahun 1984, National Center for Missing and Exploited Children  (NCMEC) adalah perusahaan nirlaba yang misinya adalah membantu menemukan anak-anak yang hilang, mengurangi eksploitasi seksual anak, dan mencegah kekerasan kepada anak. NCMEC bekerja dengan keluarga, korban, industri swasta, penegak hukum, dan masyarakat untuk membantu mencegah penculikan anak, memulihkan anak yang hilang, dan menyediakan layanan untuk mencegah dan memerangi eksploitasi seksual anak.

Saat ini, dengan kesadaran publik yang lebih baik, pelatihan, undang-undang, dan teknologi, NCMEC dapat membantu memulangkan lebih banyak anak yang hilang setiap hari, termasuk anak-anak yang hilang dalam jangka waktu lama.

Telefono Azzurro didirikan pada tahun 1987 di Bologna oleh Ernesto Caffo, yang saat itu menjabat Associate Professor Child Neuropsychiatry di Universitas Modena, untuk mendukung hak-hak anak-anak dan remaja Italia dan membantu melindungi mereka dari pelecehan serta kekerasan.

Telefono Azzurro juga mengoperasikan saluran langsung bagi orang-orang untuk menelepon terkait kehilangan anak. Di Italia, rata-rata seorang anak hilang setiap tujuh hari – dan hanya 18% dari mereka yang akhirnya dibawa pulang.

Sejak berdiri Telefono Azzurro bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu untuk perlindungan dan keamanan anak-anak muda yang rentan. Pada tahun 2018 organisasi ini menangani 150 laporan anak-anak yang hilang.

Dua badan nirlaba itu merupakan bagian dari Global Missing Children’s Network (GMCN), sebuah kelompok internasional yang membantu lembaga pemerintah dan organisasi nirlaba di 30 negara serta lima benua bekerja bersama untuk mencoba menemukan anak-anak yang hilang dan diculik di seluruh dunia. Kedua organisasi berkolaborasi secara luas untuk meningkatkan peluang menemukan individu yang hilang.

“Gagasan terkait kampanye pengumuman transfer sebenarnya berasal dari artikel tentang peringatan 25 tahun video ‘Runaway Train’ dari  Soul Asylum, yang terkenal menyoroti kasus-kasus aktual – dengan foto dan nama – anak-anak yang hilang pada saat itu,” kata Paul Rogers , Head of Strategy AS Roma.

“Mengambil inspirasi dari penggunaan karton susu untuk menampilkan foto seorang anak yang hilang di Amerika Serikat, sutradara video klip, Tony Kaye, memutuskan untuk menggunakan media video musik pop yang diputar di MTV dan saluran musik secara global untuk mencoba membantu menemukan 36 anak yang hilang . Pada akhirnya, saya pikir mereka membantu menemukan 21 anak. Ada empat versi video yang dibuat, dua untuk Amerika Serikat dan masing-masing satu untuk Inggris dan Australia.

“Dengan Roma, kami pikir, kami dapat mencoba dan melakukan sesuatu yang serupa tetapi diperbarui untuk generasi media sosial, yang tidak ada ketika Soul Asylum merilis video mereka. Kami ingin menggunakan sifat viral dari pengumuman transfer media sosial untuk membantu meningkatkan kesadaran akan anak-anak yang hilang. Kami memiliki banyak pengikut media sosial dan pengumuman kami menghasilkan jangkauan dan kesadaran yang luar biasa, di seluruh dunia, jadi kami berpikir bahwa pada saat yang tepat ketika perhatian dunia ada pada pengumuman klub, kami dapat menggunakan saluran media sosial kami bukan untuk promosi diri sendiri tetapi lebih untuk membantu National Center for Missing and Exploited Children dan Telefono Azzurro menemukan anak-anak yang hilang.”

 

AS Roma

@OfficialASRoma

UFFICIALE: Leonardo Spinazzola è un calciatore della Roma

Questa estate l’ utilizzerà i video sui social media dedicati ai nuovi acquisti per sensibilizzare l’opinione pubblica sul tema dei bambini scomparsi in tutto il mondo.@telefonoazzurro ❤️ @MissingKids

Sekitar satu juta anak muda di seluruh dunia hilang setiap tahun – di mana hanya sebagian kecil yang pernah ditemukan.

“Kami senang dihubungi untuk bekerja dengan AS Roma dalam proyek ini,” kata John Clark, Kepala Eksekutif dan Presiden NCMEC. “Ini adalah inisiatif luar biasa dan cara yang sangat inovatif untuk membantu mengatasi masalah universal.“

“National Centre for Missing and Exploited Children membantu lebih dari 25.000 kasus anak hilang di Amerika Serikat setiap tahun. Jika inisiatif ini – menggunakan kekuatan media sosial – dapat meningkatkan kesadaran bukan hanya tentang anak-anak yang hilang yang ditampilkan, tetapi juga pekerjaan yang kami lakukan sepanjang tahun, dalam hal meningkatkan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan, maka itu akan berhasil.

“NCMEC melihat secara langsung pentingnya untuk tidak kehilangan harapan ketika harus mencari anak yang hilang. Kita tahu bahwa anak-anak pulang setelah berhari-hari, bertahun-tahun, dan puluhan tahun hilang. Kami bergantung pada organisasi seperti AS Roma untuk menyebarkan kesadaran dan menggunakan suara mereka untuk perubahan. Kami tidak bisa merasa lebih bangga lagi kepada AS Roma karena telah menyebarkan kesadaran dalam skala global.”

Ernesto Caffo, presiden Telefono Azzuro, menambahkan: “Kami berterima kasih kepada AS Roma karena telah menciptakan kesempatan ini untuk menyoroti masalah serius kehilangan anak, suatu masalah yang jarang diliput media arus utama.

“Inisiatif penting ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang suatu masalah yang memengaruhi banyak keluarga di seluruh dunia, dan juga bagi berbagai negara untuk berkumpul dan berupaya menemukan solusi bersama untuk masalah ini, lintas batas.

“Komunitas internasional perlu mendorong ke arah kolaborasi yang lebih luas mengenai masalah ini, sesuatu yang telah kami kerjakan di Italia dengan kerjasama antara lembaga-lembaga nasional, lembaga penegak hukum, dan sistem hukum.”

Di bawah ini adalah nama-nama anak yang ditampilkan dalam pengumuman dua transfer pertama, bersama dengan keterangan tempat-tempat terakhir kali mereka lihat.

AMERIKA SERIKAT

Tammy Flores, 15, Victorville, CA
Ssamali Kwatia, 10, Lake Bluff, IL
Steven Campbell, 10, El Paso, TX
Ork’o Frisancho, 20, Baltimore, MD
Jaylene Jimenez, 15, Brooklyn, New York
Diego Flores, 13, Victorville, California
Alora Benitez, 16, Redondo Beach, California
Raymi Frisancho-Kiss, 14, Baltimore, Maryland

EROPA
Alessia Vere Schepp, 14, Saint Sulpice, Swiss
Karim Dhahri, 14, Reggio Emilia, Italia
Elena Ramponi, 5, San Lazzaro di Savena, Italia
Jasmine Eleonora Sbaragli, 16, Lucca, Italia
Livia Chiara Schepp, 14, Saint Sulpice, Swiss
Neve Adele Fiorentino, 15, Brescia, Italia

Siapa pun yang memiliki informasi tentang keberadaan anak-anak yang hilang di Amerika Serikat harap menghubungi NCMEC di 1-800-843-5678, atau mengirimkan detail mereka melalui situs: http://www.missingkids.com/gethelpnow/cybertipline

Barangsiapa yang mungkin memiliki informasi tentang keberadaan anak-anak yang hilang di Italia dan Eropa harap mengunjungi situs Telefono Azzurro untuk menemukan rincian lebih lanjut tentang cara mengirimkan informasi mereka: https://www.azzurro.it/