Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah telah siap menyambut libur panjang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

“Semuanya sudah kami siapkan agar Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 berjalan aman dan lancar, tidak terjadi sesuatu hal apapun,” kata Mahfud dalam kepada wartawan usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2019 dalam rangka Persiapan Operasi “Lilin 2019” di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Menurut Mahfud, pemerintah telah mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai segi, mulai dari keamanan, infrastruktur, pertahanan, transportasi, minyak atau bahan bakar, tempat-tempat istirahat, serta intelijen.

Pemerintah sudah mengetahui dan mencatat tentang kerawanan-kerawanan di berbagai tempat dan sektor. Namun, hal itu perlu adanya partisipasi dari masyarakat untuk mengantisipasi hal tersebut.

Untuk itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau seluruh masyarakat yang akan merayakan Hari Natal dan memeriahkan Tahun Baru agar berlaku tertib dan saling menjaga satu sama lain, supaya semuanya berjalan aman.

“Kerjasama antara pemerintah dan rakyat, tentu saja diperlukan untuk menjamin keamanan bersama di negara kita ini.” jelas Mahfud.

Sementara itu, dalam rapat, Mahfud mengemukakan adanya penambahan penjagaan keamanan. Hal itu tidak hanya di titik-titik rawan saja, tetapi di titik-titik yang biasa pun juga sudah disiapkan. Bahkan, ada juga penambahan dari tempat penyediaan penjualan bahan bakar.

“Ada mobil berjalan di berbagai tempat, juga ada tangki-tangki sementara yang semacam jerigen di berbagai tempat yang disediakan, agar orang tidak harus jauh-jauh kalau antri minyak.” ungkap Mahfud.

Menko Polhukam juga mengimbau seluruh jajaran Kementerian/Lembaga (K/L) terkait agar bersinergi menjalankan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020, meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi, memastikan kesiapan dilapangan melalui operasi patuh, rekayasa lalu lintas dan melaksanakan penegakan hukum terhadap segala bentuk tindak pidana yang mengganggu perayaan Natal dan Tahun Baru sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Melalui rapat hari ini, diharapkan masukan dari masing – masing K/L terkait untuk meminimalisir peningkatan ancaman kerawanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2020. Memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah keagamaan yang penuh dengan toleransi, aman dan damai diseluruh pelosok tanah air sebagai cerminan kerukunan hidup beragama masyarakat Indonesia,” ucap Mahfud MD. (*)