Pengurus Pemuda Muslimin Indonesia Cabang Luwu berhasil menjadi juara dalam loma esai yang diadakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Ia adalah Fahrul Rizal, sebagai peraih juara pertama dan Adi Putra Pratama peraih juara ketiga.

Ichal, sapaan akrab Fahrul Rizal menulis esai dengan judul Kearifan Lokal Luwu dalam Menyemai Generasi Antikorupsi.

Pemuda asal Desa Cimpu Utara yang juga Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Cabang Luwu itu menuliskan sebuah gagasan yang mengedepankan nilai nilai-nilai kearifan lokal Luwu yang ada di dalam kitab sastra terpanjang di dunia yaitu La Galigo.

Menurut esai yang ia tulis generasi anti korupsi harus dimulai dari Bola (rumah) dengan menjiwai 4 dimensi Siri’ yaitu Macca, Malempu, Warani dan Magetteng.

Wija to Luwu harus mengilhami kearifan lokal itu dengan mendongengkan dan menjelaskan bahwa sebagai Wija to Luwu itu harus mengedepankan nilai Macca, yang berarti cerdas.

Kemudia Malempu, yang berarti lurus, tidak suka mengambil yang bukan haknya. Warani , yang berarti berani mengatakan yang benar adalah benar dan salah adalah salah. Getteng, yang berarti tegas, teguh pendirian dalam menjalani prinsip bahwa korupsi adalah perbuatan terkutuk.

Sementara itu Adi Putra Pratama yang menjabat sebagai pengurus bidang kaderisasi menulis esai dengan judul Integrity from Home : Penanaman Nilai dan Budaya Antikorupsi.

Adi Putra yang merupakan putra Luwu dari Topoka itu menjelaskan pelaku korupsi banyak juga melibatkan anggota keluarga dalam hal pencucian uangnya.

Fenomena tersebut, menurut Adi, mengindikasikan bahwa korupsi telah memasuki ruang kehidupan di dalam keluarga, tidak hanya sekedar percakapan namun telah menjadi perilaku secara kolektif. (*)