Penurutnan harga tiket pesawat ternyata belum berdampak signifikan pada jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Hal ini disampaikan oleh Humas PT Angkasa Pura 1, Yuristo Ardi.

“Sejauh ini masih wajar, turunnya harga tiket belum memberi pengaruh terhadap pergerakan penumpang di bandara,” papar Yuristo, Senin (08/07/2019).

Yuristo mengatakan rata-rata pergerakan penumpang di Bandara Juanda setiap harinya sebanyak 50 ribu orang.  Jumlah itu disebabkan oleh momen liburan sekolah dan memasuki jam sibuk.

“Kalau faktor tiket pesawat yang turun masih belum menjadi faktor utama,” ujarnya.

Beberapa penumpang sendiri justru ada yang mengeluhkan harga tiket pesawat yang dianggap masih tinggi.

Bahkan salah satu penumpang bernama Triyono mengaku harus mengeluarkan uang Rp1,2 juta per orang untuk bepergian dari Surabaya ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Padahal saya datang ke Surabaya bersama istri. Jadi total Rp2,4 juta sudah harus disiapkan jauh hari sebelumnya,” kata Triyono.

Tahun lalu, tambah Triyono, untuk rute yang sama, ia hanya membutuhkan biaya sekitar Rp700 ribu.

Tak jauh berbeda, penumpang lain bernama Siti Rohmah pun mengaku harus mengeluarkan biaya Rp 1,4 juta untuk pulang ke Samarinda.

“Tahun lalu cuma Rp 1,2 juta. Sekarang harga tiket makin mahal,” ujarnya.

Oleh sebab itu ia mengharapkan pemerintah dapat segera menurunkan harga tiket pesawat.

“Kasihan penumpang yang seperti mahasiswa atau perantauan. Karena dananya kan pas-pasan,” tutupnya. (*)