Alumni ITS, yang tergabung dalam Forum Alumni ITS (FA ITS) dan Komite Arek Alumni ITS (KAA-ITS) menyerukan agar semua pihak, untuk menahan diri dan menjaga situasi agar tetap kondusif, dalam proses menuju penetapan hasil pemilu pada tanggal 22 Mei 2019.

Dalam pernyataan sikap yang dirilis di Surabaya, 30 April 2019, Alumni ITS secara khusus meminta agar elit politik tingkat pusat maupun daerah, para tim sukses maupun para pendukung masing-masing Paslon, hendaknya mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.

Imbauan ini disampaikan kepada semua pihak, untuk menciptakan kondisi masyarakat tetap tenang dan damai, tidak tersulut oleh berbagai manuver dan tindakan yang tidak perlu.

FA ITS dan KAA-ITS juga menyerukan rekonsiliasi nasional sebagai upaya mendinginkan suhu politik yang sempat memanas. Tokoh masyarakat, alim ulama, elit politik, pemimpin publik dan segenap komponen bangsa bergandengan tangan untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan nasional, merawat ke-bhinneka-an dan bersama-sama mengawal agenda-agenda kebangsaan, menuju Indonesia yang maju, adil dan sejahtera.

Dalam pernyataan sikapnya, alumni ITS juga berharap agar semua pihak dapat berkontribusi terhadap ketentraman masyarakat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, Alumni ITS juga mengapresiasi KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara Pemilu 2019 yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga, Pemilu 2019 berjalan dengan lancar, aman dan damai, didukung oleh pengamanan maksimal dari jajaran Polri dan TNI.

FA ITS dan KAA-ITS juga mengapresiasi Bawaslu yang bersinergi dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU), termasuk di dalamnya Kepolisian dan Kejaksaan RI yang telah mengawal berlangsungnya Pemilu 2019 dan berhasil mengungkap berbagai pelanggaran dan kejahatan termasuk kasus money politics, merebaknya hoax dan beberapa kecurangan Pemilu.

FA ITS dan KAA-ITS memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para Petugas KPPS, Linmas, Polri dan semua pihak yang telah telah bekerja keras, bersama-sama dalam penyelenggaraan pemungutan suara di tingkatan TPS, yang dalam pelaksanaannya hingga larut malam bahkan hingga pagi hari.

“Semangat dan dedikasi mereka untuk menyukseskan Pemilu 2019 jauh lebih tinggi mengalahkan jumlah honor/insentif yang mereka terima.”

FA ITS dan KAA-ITS menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya pada pihak keluarga atas sakit dan atau meninggalnya para Petugas KPPS, Linmas, Polri dan semua pihak terkait, selama menjalankan proses dan Rekap Pemilu.

“Semoga yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkarya di masyarakat, dan kepada petugas yang meninggal diberikan tempat terbaik di sisi Allah Yang Maha Kuasa,” demikian pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 128 alumni ITS tersebut.

Ikut menandatangani pernyataan sikap tersebut, diantaranya: Naufal Bahreisy (Kapal 67), Yoyok Tri Cahyo W (TF 93), Anton Nangoy (Elektro 69), Damar Satya (TF 93), Freddy Lontoh (Kapal 71), Japananto (TF 93), Soegeng Priyanto (Mesin 74), Andys Hariwibowo (TF 93), Bambang Slamet Rahardo (Kapal 74), Janson Natal Sihite (TF 93),
Apriani (TF 72), Antonius Sasangka (TF 93), Soedardjo (TF 74), Joko Purwanto (Elektro 93), Totty (Elektro 75), Hindiantoro (Elektro 93), Donny Hardono (Mesin 75), Yuyun Linuwari (Tekkim 93), Tommy Roostamtomo (P17), Bambang Wiyono (Fisika 93), Anthoinette (TF 77), Bambang BOM (Fisika 93), Joseph Setiawan (Elektro 78),
Mardono (TF 94), Koesnanto (Elektro E18), Nur Harjanto (Tekkim 94), Endang Srihari (Tekkim 79), Hasanuddin Ali (Statistika 94), M. Nugroho Basuki (Tekkim 79).(*)