Jelang Pilkada serentak 2020. sejumlah nama muncul dan maju sebagai calon kepala daerah. Kota Sibolga misalnya. Memunculkan sosok Sunardi Panjaitan. Budayawan Sibolga, Syafriwal Marbun menilai, sosok Sunardi Panjaitan adalah figur yang pas untuk Kota Sibolga. 

Syafriwal Marbun mengatakan Sibolga adalah kota dengan sejarah yang cukup panjang. Namun, di usianya yang ke-319 tahun, Kota Sibolga masih tertinggal dibandingkan kota-kota lain di Sumatera Utara maupun di Indonesia. Oleh karena, dibutuhkan pemimpin yang mampu mendorong percepatan pembangunan Kota Sibolga menjadi kota yang maju, modern, tertib, bersih dan ramah.

“Sunardi Panjaitan ini adalah aktivis-jurnalis. Dia lama berkecimpung di dunia aktivis kemahasiswaan dan kepemudaan lalu melanjutkan karirnya sebagai jurnalis. Kini sudah menjadi salah satu pemimpin media online nasional di Jakarta,” ujar budayawan Kota Sibolga, Syafriwal Marbun, Kamis (11/7/2019).

Menurut Syafriwal, dengan posisinya sebagai jurnalis, Sunardi Panjaitan sudah memberikan kontribusi langsung terhadap Kota Sibolga terutama dalam mempromosikan Sibolga lewat media yang dipimpinnya.

“Saya kira Sunardi Panjaitan layak untuk dipertimbangkan untuk menjadi calon pemimpin di Kota Sibolga. Dia merupakan figur muda berkualitas dan berintegritas, pekerja keras dan yang pasti memiliki visi untuk membuat Kota Sibolga ini menjadi kota yang maju dan modern,” terangnya.

Menurut Syafriwal, ada sejumlah alasan mengapa dirinya mendorong agar Sunardi Panjaitan maju sebagai calon Walikota Sibolga.

Pertama, Sibolga butuh pemimpin yang progregrif, reformis, pekerja keras dan berintegritas untuk menyelesaikan seluruh tantangan pembangunan yang ada di Sibolga.

“Integritas dan pekerja keras. Dua aspek ini penting dimiliki untuk jabatan politik seperti Walikota. Memimpin kota yang memiliki sejarah panjang seperti Sibolga, dibutuhkan pemimpin dengan tipikal pekerja keras, melayani (bukan dilayani), mampu menjadi motor penggerak bagi seluruh lapisan masyarakat dan mampu membuat birokrasi bekerja dengan cepat dan efisien,” tambahnya.

Kedua, menurut Syafriwal sosok pmimpin harus memiliki visi tentang masa depan Sibolga 5 sampai 10 tahun ke depan. Menurutnya, Sibolga memiliki segudang persoalan mulai dari persoalan infrastruktur, tata kota, banjir dan longsor hingga perekonomian.

“Kita memerlukan sosok pemimpin yang punya visi yang membumi dan terkonsep dengan jelas. Bukan sekedar pemimpin dengan modal uang yang banyak tapi tidak tahu mau melakukan apa. Dari beberapa kali interaksi saya dengan Sunardi Panjaitan, saya menilai dirinya memiliki pemikiran-pemikiran yang progresif dan inovatif untuk pengembangan Sibolga ke depan. Pemikiran itu lahir dari riset yang dilakukannya tentang persoalan yang ada di Kota Sibolga dan dikombinasikan dengan pengamatannya ke berbagai kota di Indonesia dengan tipikal yang sama dengan Kota Sibolga,” lanjutnya.

Syafriwal melanjutkan, sebagai Kota Ikan, Sibolga tidak cukup hanya mengandalkan produk ikan mentah sebagai produk utama Kota Sibolga. Perlu didorong industrialisasi perikanan sehingga banyak turunan produk ikan di Kota Sibolga, tidak hanya ikan mentah dan ikan asin. “Inilah yang akan didorong oleh Sunardi Panjaitan. Bagaiamana tercipta sentra-sentra industri perikanan baru berbasis UMKM. Sehingga tercipta banyak lapangan kerja. Dan produk ikan kita, kita hanya sekedar ikan mentan dan ikan asin,” tambahnya.

Hal terakhir yang menurutnya cukup penting menjadi pertimbangan adalah, kehadiran politisi muda seperti Sunardi Panjaitan akan menjadi semangat dan gairah baru dalam perpolitikan Kota Sibolga. Terlebih saat ini, kepemimpinan kaum muda berkualitas sedang didorong di Indonesia dan munculnya banyak kepala daerah reformis dan berprestasi dari kalangan anak-anak muda.

“Saat ini menjadi momentum kelahiran pemimpin muda berkualitas. Bukan sekedar anak muda. Tapi anak muda yang punya visi, konsep dan program kerja yang jelas. Ini adalah zaman dimana teknologi menjadi panglima. Ekonomi baru banyak tumbuh karena didukung oleh teknologi. Ini yang harus kita sambut. Jabatan politik kini bukan lagi milik anak orang kaya atau mereka mereka berasal dari keluarga tertentu. Kita juga perlu menghadirkan pemimpin muda yang berkualitas, karena tantangan 5-10 tahun ke depan akan sangat dinamis. Dan tantangan itu hanya akan mampu dijawab oleh anak-anak muda ini karena mereka memiliki inovasi-inovasi yang mampu menjawab tantangan tersebut,” tutupnya.

Sunardi Panjaitan sendiri merupakan putra daerah Tapanuli Tengah yang kini menetap di Jakarta. Selain berkarir sebagai jurnalis, dirinya juga tercatat sebagai pengurus diberbagai organisasi seperti PB HMI, DPP Gabema Sibolga Tapteng serta DPP Ikatan Wartawan Online (IWO).[]