Pengamanan Pemilu 2019 tidak hanya di darat. Untuk mengantisipasi gangguan, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Makassar menggelar simulasi pengamanan Pileg dan Pilrpres 2019 dari aspek laut.
Simulasi ini melibatkan  personel  Lantamal VI  yang dibantu unsur Maritim Makassar. Simulasi dilakukan di dermaga Layang Mako Lantamal VI, hari Senin (04/01/2019).
Dalam simulasi, digambarkan empat Kapal Angkatan Laut (KAL) dan dua Sea Rider Lantamal VI  mengawal kapal KPU Makassar yang membawa logistik pemilu lewat jalur laut. Pengawalan dilakukan ke kapal KPU yang membawa kotak suara yang sedang menuju pelabuhan Nusantara Paotere, karena mendapat hadangan di laut dari  kapal-kapal nelayan pendukung salah satu paslon.
Saat kotak suara tiba di pelabuhan tempat kapal KPU bersandar, terjadi aksi unjuk rasa salah satu paslon yang tidak puas dengan  penghitungan suara. Dengan sigap, Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) Lantamal VI dan K9 Pomal menghadang dan membubarkan massa.
PHH Lantamal VI yang berjaga berupaya menenangkan massa namun situasi semakin memanas dan  menyemprotkan gas air mata ke arah massa agar membubarkan diri.
Komandan Lantamal VI Makassar, Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono S.H, M.Tr (Han) mengatakan, simulasi pengamanan pemilu aspek laut ini  melibatkan kurang lebih 500 personel Lantamal VI. Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono S.H, M.Tr (Han) berharap, dengan dilaksanakan simulasi tersebut dapat memberikan nilai dan citra positif.
Bahwa, kemampuan TNI AL tetap terjaga untuk memberikan rasa aman dan percaya diri bagi masyarakat dan pemerintah Sulawesi Selatan dalam melaksanakan agenda Pemilu tahun 2019.
Turut hadir dalam Simulasi Pam Pemilu aspek laut tersebut Pangdam XIV/Hasanuddin, Ketua KPU Provinsi.Sulsel, Ketua Bawaslu Provinsi.Sulsel, Walikota Makassar, Wadan Lantamal VI, Para Asisten Danlantamal VI, Kafasharkan Makassar, Kapolres Pelabuhan Polda Sulsel, Kasatpol PP Kota Makassar dan Wadan , Satgaslat Lantamal VI Pam Pemilu Pileg dan Pilpres 2019.(*)