Dikotomi antara perempuan dan laki-laki sekarang ini tidak perlu dibedakan. Perempuan, dalam profesi apapun, bisa menjadi apa saja.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, di Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Sabtu (20/04/2019).

Pramono Anung mencontohkan susunan menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi, ada sembilan perempuan yang menjadi menteri dan pada posisi yang strategis.

Untuk itu, perempuan sekarang harus mempunyai mimpi yang tinggi, karena bisa menjadi apa saja.

“Tidak perlu kemudian masih berpikir dengan pola yang lama, menjadi ibu rumah tangga. Menjadi ibu rumah tangga pun, mereka sekarang punya kesempatan untuk bekerja. Sama dengan pria-pria lainnya,” ujarnya.

Di Indonesia, lanjut Anung, Presiden dari perempuan sudah ada, Menteri Luar Negeri ada, Menteri Keuangan juga ada, bahkan menjadi Menteri Keuangan terbaik se-Asia.

“Sehingga dengan demikian, hampir semua jabatan, tidak lagi perlu diperdebatan, apakah ini jabatan laki-laki atau jabatan perempuan. Bukan hanya di bidang politik, di bidang olahraga pun demikian juga,” tambah Anung.

Menurut Pramono Anung, perempuan Indonesia sangat luar biasa. Selain dia menjadi ibu rumah tangga, menjadi pengasuh bagi anak-anaknya, dia juga bisa jadi apa saja.

Hal ini berbeda dengan prempuan di negara-negara dengan penduduk mayoritas Islam yang lain, di mana banyak perempuan tidak bisa keluar dari rumah.

Bahkan, dibandingkan dengan di Amerika Serikat, perempuan Indonesia masih lebih maju.

Pada tahun 2045, Seskab mengingatkan, Indonesia akan menjadi kekuatan nomor 4 dunia. Pada saat itulah peran perempauan Indonesia akan menjadi dominan bukan hanya di dalam negeri tapi juga di dunia. (*)