Palestina secara khusus meminta dukungan dan masukan dari Indonesia terkait mekanisme tindak lanjut dan hasil yang nyata dari Konferensi Paris 15 Januari 2017 mengenai Perdamaian di Timur Tengah yang dihadiri oleh 70 negara.

Permintaan dukungan itu disampaikan langsung oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas kepada
Duta Besar Indonesia untuk Yordania Amman yang juga merangkap Palestina, Teguh Wardoyo di Kantor Kepresidenan Ramallah, pada Minggu 14 Januari lalu.

Kunjungan ini sekaligus pamitan Teguh Wardoyo yang dikenal sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap otoritas nasional Palestina yang berkedudukan di Amman.

Ia sudah menduduki jabatan itu sejak 14 Nopember 2012 dan dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Baca Juga:

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

Ini Penyebab TNI Marah pada Militer Australia

Panglima TNI Sambut Kepulangan 1.169 Prajurit Penjaga Perdamaian di Lebanon

 

Dalam keterangannya pada Selasa (17/1/2017), Teguh menyebut bahwa pada konferensi tersebut Indonesia mengutus Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir guna memberikan dukungan penuh bagi Palestina.

Dan Abbas pun mengapresiasi kiprah Teguh selama ini dalam mendukung Palestina dan berharap di masa datang dirinya menjadi wakil Pemeritah Indonesia yang pertama untuk Palestina yang berkedudukan di Yerusalem.

Abbas menganggap bahwa Palestina adalah rumah ke dua bagi rakyat Indonesia dan menyampaikan bahwa tanah Palestina juga milik Indonesia.

Pertemuan antara Presiden Palestina dan Duta Besar Indonesia tersebut juga dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri Palestina, Ziad Abu Amr, Penasihat Diplomatik Presiden, Majdi Khaldi, dan Direktur Protokol Istana Presiden.