Regulasi yang kaku dan institusi yang lemah menjadi faktor utama penghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (08/07/2019).

“Ternyata faktor pertama dalam ekonomi Indonesia yang menghambat pertumbuhan adalah masalah regulasi dan institusi,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan lemahnya institusi ada pada birokrasi pemerintahan yang tidak cukup handal untuk memudahkan investasi maupun melancarkan sektor perdagangan.

Sementara regulasi, menurut Bambang, tidak memberikan kemudahan untuk urusan ekspor Indonesia. Misalnya untuk urusan administrasi dan kepabeanan untuk ekspor Indonesia bisa memakan waktu 4-5 hari.

Sedangkan di negara tetangga, seperti Vietnam dan Thailand hanya butuh waktu dua hari, bahkan Singapura hanya setengah hari.

Akibat dari kakunya regulasi dan lemahnya institusi itu, Bambang mengatakan tingkat pertumbuhan maksimal kalau kita melakukan segala sesuatunya secara 100% itu hanya 5,3%.

“Sulit sekali untuk tumbuh di atas itu,” kata Bambang. (*)