Kliksaja.co – Tensi politik jelang Pilkada serentak tahun 2017 kian memanas. Saling serang antar pendukung dengan mudah dapat ditemukan khususnya di dunia maya.

Meski begitu, pada dasarnya dinamika yang terjadi saat ini menurut Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi merupakan hal yang wajar dan masih dapat dipahami.

“Demokrasi masih menampakan wajah ceria dan  kegembiraannya. Saling dukung dan memaparkan visi misi untuk merebut kepercayaan rakyat adalah hal biasa dalam kontestasi politik seperti Pilkada ,” ujar Budi Arie Setiadi, Selasa (22/11/2016).

Ia juga menjelaskan bahwa sudah seharusnya pagelaran Pilkada Serentak ini dimaknai sebagai sebuah pesta rakyat dalam suasana demokrasi. Karena, rakyat di daerah bebas menentukan calon pemimpinannya tanpa medapat paksaan dari pihak mana pun.

“Pilkada serentak harus kita maknai sebagai pestanya rakyat. Haknya rakyat untuk memilih pemimpinnya. Termasuk Pilkada DKI bukanlah Zero sum Game, dimana semuanya menjadi nihil.  Usai Pilkada kita bersatu kembali. Tidak ada yang menang-menangan. Kita kembali bergotong royong bekerja untuk negeri dan rakyat, ” jelas Budi.

Pada kesempatan itu, PROJO selaku pihak yang pernah mengawal berjalannya Pilpres 2014 ini mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menahan diri dan saling memberikan rasa nyaman antar sesama.

“Di tengah kondisi bangsa yang sangat dinamis akhir-akhir ini,  dialog konstruktif dan suasana yang kondusif sangat dibutuhkan.  Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan memberi kesejukkan. Karena  masyarakat sudah semakin cerdas untuk memilih pemimpinnya, ” ucapnya.

” Demokrasi kita  berjalan sejak Reformasi 1998 sudah mulai bertumbuh dan bertunas. Jangan pernah ada yang berpikiran set back (mundur kebelakang) dengan ide-ide menghentikan pemerintahan yang sah dan konstitusional di tengah jalan. Beri kesempatan Pemerintahan Jokowi JK bekerja mewujudkan janji-janji kampanyenya, ” pungkas Budi.