kliksaja.co – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan mengingatkan jajarannya untuk dapat selektif memilih program-program prioritas di tahun 2020. Pernyataan ini disampaikan Nur Kholis saat memberikan arahan dalam Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama tahun 2020, di Jakarta. 

“Kita mengelola anggaran yang tidak terlalu besar jika dibandingkan tahun 2019 lalu, maka saat ini saya minta kita harus betul-betul selektif, betul-betul fokus untuk program-program prioritas apa saja yang akan kita lakukan di tahun 2020,” ujar Nur Kholis, Rabu (08/01/2019).

Dalam pertemuan yang dihadiri pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Setjen Kementerian Agama ini, Nur Kholis menjelaskan hal tersebut harus dilakukan agar fungsi kesekjenan tetap berlangsung optimal meskipun anggaran yang diberikan mengalami penurunan sekitar Rp.100 miliar.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen Kemenag menyerahkan DIPA kepada tujuh Kepala Biro dan dua Kepala Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal.

“Jika tahun 2019 lalu kita memiliki anggaran sebesar 2,1 triliun, di tahun ini kita hanya memperoleh anggaran sebesar 1,94 triliun,” ungkap Sekjen.

“Ini memang seiring dengan semangat reformasi birokrasi. Karena memang tujuan reformasi birokrasi adalah membuat murah ongkos birokrasi (beuracratic cost),” imbuh Nur Kholis.

Untuk melakukan optimalisasi fungsi kesekjenan, Nur Kholis pun mengingatkan agar tiap unit eselon II yang dapat melakukan program-program kerjasama. “Minimkan ego sektoral. Perubahan struktur anggaran yang ada, diharapkan dapat menyatukan kita semua,” katanya.

“Kemudian menjadi tanggung jawab kita bersama di tahun 2020 untuk meningkatkan kinerja dan performa Kementerian Agama,” tandas Sekjen. (*)