Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi 1 x 660 MW di Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/02/2019).

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa listrik bukan hanya untuk kepentingan ekonomi atau industri saja namun juga di desa-desa terpencil sangat berguna untuk penerangan bagi para pelajar yang belajar di malam hari.

“Industri rumah tangga yang ada di desa-desa juga bisa bekerja di malam hari yang biasanya tidak bisa bekerja. Inilah pentingnya listrik,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa listrik masih menjadi masalah di Indonesia di bagian timur, pulau-pulau terpencil, desa-desa terpencil, empat tahun lalu masih banyak yang belum ada listriknya.

“Kalau kita mungkin tahun berapa? ’70-an masih pakai lampu, lampu templok, teplok nggih, lampu sentir atau lampu teplok masih seperti itu, terutama di Indonesia bagian timur,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan bahwa sebagaimana target dari Kementerian ESDM akhir tahun 2019 ini 99,9 persen listrik harus sudah masuk ke semua desa dan rumah tangga yang ada di seluruh Tanah Air.

“Sehingga, tadi disampaikan oleh Pak Menteri ESDM sekarang ini sudah 98,2, 98,2 listrik di Indonesia ini sudah masuk ke rumah-rumah yang di desa-desa terpencil, tinggal kecil sekali, tinggal 1,8 yang belum,” ujarnya. (*)