Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA mengatakan banyak kekayaan alam di negeri ini banyak dikuasai oleh segelintir orang yang memiliki kekuasaan.

Untuk itu, Said Aqil menyerukan negara dapat berbuat adil dengan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Banyak kekayaan alam di negeri ini dikangkangi oleh sekelompok orang yang memiliki kekuasaan dan konglomerat,” kata Said Aqil dalam Seminar Kebangsaan Pancasila bertema “Insprirasi, Kreasi Untuk SDM Unggul” yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Kampus IPB Dramaga Bogor, Minggu (19/01/2020).

Dalam seminar yang dihadiri Rektor IPB Prof Dr Arif Satria, Direktur Pengembangan Usaha dan Bisnis IPB Dr Jaenal Effendi, civitas akademika IPB, Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto, serta segenap Pengurus Lembaga/Banom/Lajnah NU se-Kota Bogor itu, Said menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia dan Warga NU pada khususnya, masih banyak yang berada di pinggiran dan hidup dalam kondisi miskin.

Kondisi tersebut kontradiktif dengan banyaknya kekayaan alam di Tanah Air yang dikuasai oleh sekelompok orang yang memiliki kekuasaan dan konglomerat tersebut.

“Sumber daya hutan, air, energi dan kekayaan alam Indonesia lainnya banyak dikendalikan dan dikuasai oleh segelintir orang,” katanya dan menyerukan agar negara berbuat adil dengan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Said Aqil menambahkan bahwa sudah saatnya untuk stop bicara perbedaan kecil (furu’) di antara anak bangsa.

“Yang terpenting bagi kita adalah bahu membahu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan,” kata Said Aqil yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

Menurut Ifan Haryanto, selain dihadiri unsur pengurus Lembaga/Banom/Lajnah NU se-Kota Bogor, seminar itu juga dihadiri generasi muda NU dari IPB dan kampus lainnya dari kawasan Jabodetabek. (*)