Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut dan menyapa kedatangan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Surabaya di Asrama Haji Sukolilo Kota Surabaya, Jumat (05/07/2019).

Mengenakan kemeja putih dipadu kopiah hitam, Menag tiba di asrama haji Sukolilo Surabaya sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung menuju Gedung Mina tempat ratusan jemaah berkumpul.

Pada kesempatan itu, Menag menyampikan tiga pesan kepada 450 jemaah asal Kabupaten Magetan.

“Pertama jaga niat dan hati. Panjenengan ke tanah suci bukan wisata melainkan ibadah. Lapangkan hati, sebab kita akan banyak melihat perbedaan di sana,” pesan Menag.

Kedua, lanjut Menag, jaga kesehatan. Ini menjadi modal penting bagi jemaah dalam menjalani ibadah haji.

Menurut Menag puncak haji adalah wukuf di Arafah. Salah satu tantangan bagi kloter pertama adalah masa tunggu sampai puncak haji yang lama, bisa berminggu minggu.

Menag berharap jemaah tidak memaksakan dirinya melaksanakan umrah secara berkali kali sehingga saat tiba waktu wukuf justru sudah kehabisan stamina.

“Jaga stamina dan pola hidup sehat. Jangan ngobrol sampai larut malam,” kata Menag.

Pesan ketiga yaitu jaga Indonesia. Jemaah haji merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Indonesia.

Atribut yang dikenakan jemaah saat berada di Tanah Suci juga sudah menunjukan keindonesiaan.

“Kita dilihat dunia maka jaga perilaku dan ucapan kita sehingga menjelaskan kehidupan beragama di Indonesia itu penuh kedamaian. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita jemaah haji yang tertib dan santun dan menebarkan kasih sayang,” pungkas Menag.

Tampak hadir juga, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar beserta jajarannya, serta Plt Kakanwil Kemenag Jatim. (*)