Sudah satu bulan lebih korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten tinggal di tenda pengungsian.

Belum jelasnya pembangunan hunian sementara (huntara) oleh pemerintah setempat memaksa mereka harus bersabar untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.

Arsudin (55), warga Susukan Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak bahkan mengaku belum tahu akan tinggal di mana pasca kejadian bencana.

“Kami belum mengetahui harus tinggal di mana pasca bencana alam itu,” kata Arsudin, Senin (11/02/2020).

Arsudin bercerita kalau rumah miliknya telah hilang diterjang banjir bandang. Kini, Ia tinggal di tenda pengungsian yang lokasinya tidak jauh dengan kantor desa setempat.

“Kami merasa bingung jika tinggal di tenda pengungsian dengan waktu jangka lama, karena kondisi tempat tinggal seperti itu tidak layak, kata Arsudin.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan saat ini warga yang terdampak banjir bandang dan longsor masih tinggal di tenda pengungsian maupun posko pengungsian.

Kaprawi memastikan lokasi tenda pengungsian maupun posko pengungsian aman dari bencana alam.

“Kami meminta warga pengungsi bersikap sabra dan pemerintah bekerja keras agar mereka bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bencana banjir dan longsor,” kata Kaprawi. (*)