kliksaja.co – Hobi yang dimiliki Anatoly Moskvin ini memang terbilang mengerikan bahkan sadis. Pria asal Rusia itu mengoleksi ‘boneka mayat’ anak kecil, terutama berjenis kelamin perempuan.

Bukan boneka umumnya yang merupakan benda mati, melansir allthatsinteresting, koleksi Moskvin adalah mayat anak kecil yang sudah diawetkan, sehingga wujudnya memang terlihat seperti boneka. Hobi Moskvin ini terungkap setelah kedua orangtuanya mengunjungi apartemen pria tadi.

Saat masuk apartemen, mereka kaget karena koleksi Moskvin mengeluarkan bau yang sangat menyengat, bahkan seperti mayat. Menyadari ada yang tidak beres, kedua orangtuanya terpaksa melaporkan putra semata wayang mereka.

Baca Juga : Menteri ESDM: Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik Hingga Juni 2020

Saat digeledah, pihak kepolisian menemukan 29 mayat yang didandani layaknya boneka. Tak hanya itu, dalam laporan penangkapan, mayat-mayat itu diperoleh Moskvin dengan cara yang ilegal, yakni membongkar kuburan satu per satu dengan total sebanyak 750 kuburan.

Menurut keterangan dokter, Moskvin mengidap kelainan ‘necropolyst’ atau biasa disebut dengan ‘The Lord of the Mummies’ atau ‘Perfumer’. Sepanjang hidupnya, Moskvin terobsesi dengan berkeliling di sekitar ratusan kuburan, mempelajari dan mendokumentasikannya.

Baca Juga : Disdukcapil Cianjur Layani Cetak E-KTP Langsung Ke Tempat Warga

Kelainannya itu mengantarkan Moskvin menjadi satu-satunya orang Rusia yang memiliki pengetahuan lebih soal kuburan dan jenazah dan bagaimana cara membuat mayat awet meski diawetkan menjadi boneka.

Menurut situs Rusia, motivasi Moskvin melakukan itu adalah fakta bahwa ia tidak memiliki anak sendiri, juga tidak diperbolehkan mengadopsi anak oleh kedua orangtuannya.

Karena itulah, mencuri mayat dan mengawetkannya adalah jalan terakhir yang dilakukan Moskvin untuk melampiaskan hasratnya. Hal yang mengejutkan, ia juga mengakui sempat bercinta dengan mayat-mayat tersebut.

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Banyak Ditolak, APEKSI Akan Kawal dan Aktif Sosialisasikan RUU ke Masyarakat

Sebelum memumifikasi mayat, Moskvin terlebih dulu menempatkan kotak musik dan memutarkan lagu ‘Beruang Menikmati Madunya’ dalam bahasa Rusia. “Saya membawa mereka pulang untuk menghangatkan mereka,” kata Moskvin.

Diketahui, Moskvin adalah seorang ahli sejarah yang menguasai 13 bahasa. Karena kelainan yang ia miliki itu, Moskvin tidak dapat dijebloskan ke penjara, setelah seorang hakim menganggap pria tersebut tidak layak diadili.

Sebagai gantinya, Moskvin harus tinggal di sebuah fasilitas psikiatri hingga akhir hayatnya.(*)

Baca Juga :

Menteri ESDM: 2030 Indonesia Targetkan Produksi 1 Juta Barel Per Hari

Menko PMK: Jumlah RS Rujukan Untuk Penanganan Virus Korona Bertambah Jadi 137 RS