MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Insan Cendikua merupakan salah satu prototipe madrasah unggulan berbasis asrama.

Kepala KSKK Madrasah, Kementerian Agama RI, A. Umar. Menjelaskan, “MAN Insan Cendekia merupakan salah satu prototipe madrasah unggulan berbasis asrama di Indonesia”.

Menurutnya, pendirian MAN Insan Cendekia bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam bidang Keimanan dan Ketakwaan (IMTAK), menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Selain peningkatan kualitas IMTAK dan IPTEK, MAN Cendikia didirikan untuk meningkatkan kualitas SDM anak bangsa yang berwawasan keislaman dan kebangsaan yang baik.

“Sumber daya manusia dari MAN Insan Cendikia diharapkan mempunyai wawasan keislaman dan kebangsaan yang baik, serta mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”. Kata A. Umar melalui siaran rilisnya.

Di samping itu, “keberadaan MAN Insan Cendekia ini diharapkan dapat berfungsi sebagai Magnet School, yaitu menjadi model dan inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di sekitarnya”. Tambah A Umar.

Saat ini MAN Insan Cendikia sdah berdiri di 24 lokasi di seluruh Indonesia.

“Berawal dari 3 MAN Insan Cendekia, Serpong, Gorontalo dan Jambi hingga saat ini telah terdiseminasi menjadi 24 lokasi MAN IC di seluruh Indonesia,” jelas Umar.

Sementara MAN-PK, kata Umar, merupakan salah satu program peminatan unggulan nasional dalam bidang keagamaan berbasis asrama yang menjadi bagian dari MAN Reguler yang sudah ada. Saat ini, terdapat 10 MAN PK.

“MAN PK pada MAN Reguler bertujuan merevitalisasi praktik baik penyelenggaraan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK),” ujarnya.

Diversifikasi madrasah aliyah lainnya adalah MAN Kejuruan. Yaitu, salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Kementerian Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah.

“Pada tahun 2017, Kementerian Agama membangun piloting MAN Kejuruan di 2 (dua) lokasi, yaitu: Ende (NTT) dan Bolaang Mongondow (Sulut),”