Untuk pertama kalinya Indonesia dan Australia mengadakan Dialog Lintas Agama. Kegiatan ini diadakan di Bandung, Rabu (13/03/2019).

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hubungan baik jangka panjang antar agama dan kebudayaan, menekan persepsi negatif antar identitas, dan mengatasi radikalisme.

Menurut Cecep Herawan, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, kegiatan Dialog Lintas Agama ini merupakan tindak lanjut dari hasil saling kunjung di tahun 2018.

Pada 31 Agustus 2018, kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tahap kemitraan komprehensif dan strategis, dimana dalam kemitraan tersebut, Dialog Lintas Agama merupakan salah satu bidang yang disepakati untuk digalakan.

Sedangkan menurut Gary Quinlan, Duta Besar Australia untuk Indonesia, masyarakat Australia  sangat menjungjung tinggi nilai persatuan dalam kemajemukan.

Penghargaan terhadap perbedaan keyakinan dan budaya bukan untuk memperlemah, tetapi malah memperkuat masyarakat.

“Australia dan Indonesia memahami bahwa demokrasi yang maju dan kuat yang saat ini dinikmati oleh kedua negara adalah berkat kemajemukan masyarakatnya,” kata Gary.

Hasil dari dialog ini adalah kesepakatan untuk memajukan dan meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan, media, kepemudaan dan peran serta kontribusi perempuan untuk perdamaian. (*)