Mengenal Lebih Dekat Gus Syaifudin, Calon Ketua PCNU Kota Jakarta Pusat 2019-2024

  • Share

Gus Syaifudin, calon ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jakarta Pusat periode 2019-2024. Ia siap bertarung memperebutkan jabatan kursi ketua di Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kota Jakarta Pusat di akhir bulan desember nanti.

“Saya dengan tekat teguh siap maju sebagai ketua tanfidziyah PCNU Kota Jakarta Pusat untuk berkhidmat kepada NU dan ulama di Jakarta Pusat, lalu ingin membawa NU menjadi organisasi yang berpegang pada prinsip manajemen modern dan progresif,” ungkap Gus Syaifudin.

Gus Syaifudin mengakui, dirinya masih tergolong muda untuk menjabat sebagai ketua PC NU Kota Jakarta Pusat. Di usianya yang ke 47 tahun ini, ia mengaku sudah memiliki bekal dan pengalaman yang cukup untuk memajukan dan membesarkan PCNU Kota Jakarta Pusat. Karena pria lulusan S2 UI Depok ini, sudah malang melintang aktif dalam organisasi baik di bawah naungan NU atau organisasi perusahaan yang ada di Jakarta. Seperti sempat aktif di kepengurusan PB IKA PMII 2008-2013, Kaderisasi PP GP Ansor 2011-2015, LPNU PBNU 2005-2010, LAZISNU PBNU 2010-2015, Bendahara JQH PWNU DKI 2018-2023, Komisaris PT Bangun Insan Reksa Utama 2004-Sekarang, dan Direktur Utama PT Birunet 2010–Sekarang.

“Saya mau menjabat sebagai ketua Tanfidziyyah PCNU, karena keterpanggilan batin sebagai kader NU yang tinggal di wilayah Jakarta Pusat untuk membangkitkan semangat NU di tengah masyarakat, dan juga NU harus berperan di pusat pemerintahan dan bisnis ini,” tutur pengusaha muda NU ini.

Apabila dipercaya menjabat sebagai ketua PCNU Kota Jakarta Pusat, Gus Syaifudin akan mengsinergikan program kerjanya dengan kebutuhan para ketua MWC, Banom NU, Lembaga NU dan Stakeholder yang ada di sekitar Jakarta Pusat.

“Dalam menjalankan program kerja, kami harus melibatkan pengurus MWC NU yang ada di setiap kecamatan. Karena MWC NU adalah ujung tombak dalam merealisasikan program kerja, karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

“Sebagai organisasi Islam yang berlandaskan PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945), NU selalu siap bergandeng tangan dan menjaga komunikasi dengan baik bersama organisasi Islam dan organisasi lintas agama di DKI Jakarta  demi menjaga keutuhan negara,” lanjutnya. (Farhan Maksudi)

  • Share