Makam Putri Cempa adalah situs peninggalan Majapahit yang mungkin masih banyak orang yang tidak tahu.

Makam Putri Cempa bertempat di Dukuh Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Berbicara tentang sejarah peradaban agama Islam di Indonesia, terutama di bumi Majapahit, tentu tidak bisa melupakan sosok yang bernama Putri Cempa ini.

Cempa, merupakan selir kelima dari Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V, sebagai pemeluk Islam pertama di kerajaan Majapahit.

Selain itu, hal yang tidak boleh dilupakan dari sosok Putri Cempa ini, bahwa beliau adalah ibu dari Raden Patah, Sultan Kerajaan Islam Demak yang pertama. Putri Cempa juga merupakan bibi dari Sunan Ampel.

Putri Campa di makamkan di desa Unggahan, Trowulan ,Mojokerto.

Makam putri Campa ramai di kunjungi peziarah tiap hari. Para pengunjung disambut sebuah lorong yang menghubungkan pintu masuk dengan pemakaman.

Terdapat pendopo kecil di sisi kiri lorong yang menjadi tempat menginap para tamu. Di batu nisan makam putri campa tertulis tahun 1390 saka.

Tahun penanda kematian permaisuri raja Brawijaya V yang cantik,tionghoa,dan pemeluk agama islam.

Putri Cempa, wanita cantik keturunan tionghoa mrnjadi bagian sejarah penting majapahit, menikah dengan sang raja Brawijaya V.

Putri Cempa adalah permaisuri ke lima dari raja Majapahit, Damar Wulan, alias Bhre Kerta Bhumi atau biasa disebut Brawijaya V. Nama asli dari Putri Campa sendiri adalah Dewi Kasyifah Putri S Ibrahim.

Dalam literatur sejarah menyebutkan Campa terletak di Kamboja (Indocina).

Tetapi ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa campa terletak di aceh.

Saat masih kecil,Putri Campa diambil anak oleh seorang Tionghoa. Setelah diambil sebagai anak angkat nama Kasyifah di ganti dengan nama Indrawati.

Oleh orang cina Indrawati dihadiahkan kepada raja majapahit prabu Brawijaya V, raja Majapahit yang ke 14.

Tujuan dari dipersembahkanya putri Campa adalah agar orang-orang Tionghoa diperbolehkan untuk tetap tinggal di bumi Majapahit dan dijaga keselamatanya.

Prabu Brawijaya V sangat terkesan dan tertarik dengan kecantikan Indrawati. Sang raja menerima hadiah tersebut dengan senang hati, serta meluluskan permintaan orang-orang cina untuk tinggal di bumi Majapahit.

Beberapa ahli sejarah menyebutkan adanya campurtangan Wali Songo dalam pernikahan putri Campa dengan raja Majapahit.

Di masukanya putri campa kedalam istana majapahit dengan tujuan untuk memudahkan penyebaran agama islam di kalangan keluarga kerajaan.

Dari hasil perkawinan putri Campa dengan prabu Brawijaya V lahirlah Raden Patah.

Raden Patah adalah raja islam pertama di kesultana Demak Bintoro. Kerajaan demak adalah kerajaan islam pertama di tanah jawa, dan merupakan cikal bakal dari kerajaan islam selanjutnya yaitu Pajang dan Mataram Islam.

Sebagai satu-satunya permaisuri kerajaan Majapahit yang Bergama islam nama putri Campa terus harum melegenda.

Dengan dijadikanya putri Campa sebagai permaisuri raja Majapahit, ajaran Islam berkembang sangat cepat,di lingkungan kerajaan maupun di tanah jawa secara umum.