Paradigma pembelajaran di PMI Fakultas dakwah IAIN Salatiga, kini telah berubah.

Di Bulan Ramadhan mahasiswa tidak hanya belajar tentang khutbah, kultum 7 menit dan mengaji di TPQ, tetapi juga belajar riset.

Pembelajaran riset lapangan untuk memahami realitas sosial dan melibatkan diri dengan kehidupan nyata masyarakat.

Mengisi Ramadhan, Mahasiswa PMI Fakultas Dakwah IAIN Salatiga mengisi waktu dengan mengerjakan tugas ujian akhir semester (UAS) di wilayah pedesaan. Salahsatunyadi Desa Wonolelo Kelurahan Candirejo Kecamatan Pabelan Salatiga.

Pada hari sabtu tanggal 11/05/2019 para mahasiswa IAIN Salatiga diberikan tugas UAS tentang riset komunitas.

Di Desa Wonolelo, mahasiswa belajar banyak hal yang tidak diperoleh dari kampus. Mereka belajar tentang perilaku masyarakat yang ramah lingkungan.

Diantaranya mahasiswa belajar di komunitas ibu-ibu yang mengolah sampah dan barang bekas menjadi kerajinan.

“Membuat kerajinan sudah tentu lebih baik dari pada membuang, mengubur dan membakar sampah” Ujar Ibu Umi Mariatul. Salah satu warga pengelola bank sampah.

Mahasiswa kemudian belajar tentang komunitas peternak yang memanfaatkan kotoran ternak menjadi energi biogas untuk keperluan memasak.

Energi terbarukan seperti biogas dapat menggantikan LPJ sehingga menghemat pengeluaran dan tidak resah apabila LPJ langka dan mahal.

Praktik kuliah di desa menjadikan mahasiswa tahu bahwa kuliah tidak hanya dapat dilakukan tatap muka dengan dosen di kelas, belajar teori dan buku, tetapi belajar kuliah juga bisa dengan masyarakat.

“Metode belajar ini menjadikan mahasiswa lebih mudah memahami pengembangan masyarakat dari pada belajar materi di kelas yang susah dipahami dan sering lupa. Dengan melakukan praktik mahasiswa jadi lebih paham dan menguasai materi”. Pungkas Saiful, salah satu pengajar.