IAIN Salatiga mengadakan bakti sosial dan santunan yatim, acara tersebut dimeriahkan oleh para mahasiswa berprestasi dengan berbagai hiburan menarik untuk menghibur para peserta yang hadir. Akustik, Puisi, Tari, Solo vocal, Hadroh, acara juga memberikan kesempatan kepada para anak yatim yang hadir untuk menampilkan bakat mereka, diantaranya sambung ayat Juz Amma dan juga menyanyi dan menari.

Banyak dari peserta yang terhibur dengan penampilan para anak yatim. Kapus IAIN Salatiga berharap dengan adanya acara ini bakti sosial dan buka bersaa dapat mempererat tali silaturrahmi antar mahasiswa dan masyarakat sekitar, menjalin ukhuwah dan bisa selalu mengasihi anak-anak yatim piatu sesuai dengan apa yang telah diajarkan Rasulullah Saw.

Acara diinisiasi oleh Anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Dakwah bersama wakil dekan fakultas dakwah bapak Rovi’in, M.Ag dan Ketua Jurusan manajemen dakwah Bapak Yahya, S.Ag., M.H.I dengan tajuk “Senyum Mereka Kebahagiaan Kita Bersama”.

Para mahasiswa manajemen dakwah atau yang menamakan dengan masyarakat manajemen dakwah mengadakan kegiatan buka puasa bersama karena terinpirasi dari Rasulullah saw yang dekat serta mencintai anak yatim piatu, juga untuk mempererat silaturrahmi antara para mahasiswa dan anak-anak yatim piatu. Seperti halnya yang dijelaskan dalam Hadits:
اَنَا وَكَا فَل اليَتِيم فِي الجَنَّة كَهَا تّين وَاَشَار بِأَصْبَعِيه يَعْنِي السَّبَابَة وَالوُسْطَى (الترميذي)

Artinya: “aku dan yang mengurus anak yatim di surge seperti, beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari kelingking.” (HR. At-Tirmidzi)

Pada bulan Ramadlan yang penuh berkah ini anggota HMPS mengadakan acara di Auditorium Gedung B Hasyim Asy’ari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) salatiga kamis (23/05/2019).

Para anggota mengundang 25 anak yatim dari berbagai daerah kota salatiga dengan didampingi para wali (Ibu/ketua RW). Namun disini yang menarik ada seorang anak tidak diantarkan walinya.

Anak yatim yang bernama Satria ini datang sendiri tanpa ada yang mendampingi sekalipun. Bermodalkan dijemput oleh salah satu panitia, Satria berani datang sendiri dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya. Saat dia datang hingga berlangsungnya acara Satria selalu menyendiri, setiap diminta untuk bergabung dengan anak-anak yang lain dia selalu menjawab dengan gelengan dan senyum. Sesuai dengan tema dari acara tersebut “Senyum Mereka Kebahagiaan Kita Bersama” diharapkan anak-anak yatim piatu bisa tersenyum bahagia bersama dengan para mahasiswa.