Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis mengatakan Surat Keputusan (SK) Rektor No. 154 Tahun 2019 tentang Pemberhentian Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah dicabut dan tidak sempat diberlakukan.

Dalam SK tertanggal 4 Maret tersebut, terdapat lebih dari 800 mahasiswa UIN Jakarta di Drop Out (DO) karena menunggak pembayaran semester dan telah melewati masa studi.

Dikutip dari lama Tirto.id, Amany mengatakan bahwa SK itu sudah dicabut dan tidak sempat diberlakukan karena terdapat kesalahan prosedural dalam penetapannya.

“Hari ini dicabut setelah dicek dan dilaporkan oleh banyak fakultas dan pascasarjana. Maka dicabut,” ujar Amany, Jumat (02/08/2019)

Menurut Amany kesalahan itu terkait data yang tercampur antara mahasiswa yang memang masih aktif dan mahasiswa yang memang sudah nonaktif.

Selanjutnya  Amany menegaskan bahwa tidak ada mahasiswa yang akan di DO dari kampusnya dan SK itu tidak pernah berlaku.

“Kebijakan saya mahasiswa tidak boleh putus kuliah, harus diupayakan dengan berbagai cara agar mereka lulus. Lembaga keuangan UIN Jakarta siap membantu untuk mereka sehingga tidak ada yang putus kuliah,” tutupnya. (*)