Universitas Insan Cita Indonesia dan Koperasi Demi Umat Tandatangani MoU, Sediakan Beasiswa untuk 1.542 Mahasiswa

  • Share

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dan Koperasi Demi Umat (KDU) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) tentang kerja sama pemberian beasiswa melalui program Beasiswa Utusan Koperasi Demi Umat (BKDU) pada Minggu (08/08/2021).

Penandatangan MoU itu itu dilakukan oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Korps Alumni HMI (KAHMI) Prof. Dr. Harry Azhar Aziz dan Ketua Dewan Pengawas KDU KH. Choirul Sholeh Rasyid, M.Si.

Dalam MoU tersebut disebutkan, KDU akan memberikan beasiswa kepada 1.542 mahasiswa di 514 kawasan khusus halal UMKM di seluruh Indonesia yang diutus melalui program BKDU.

Koordinator Presidium KAHMI Viva Yoga Mauladi dalam sambutannya menyambut baik MoU yang dilakukan antara UICI dengan KDU. Ia berharap MoU ini bisa menjadi kekuatan baru di dalam membangun ekonomi umat.

“Ini adalah gerakan ekonomi, sekaligus juga bisa menjadi gerakan dakwah. Kita mengingingkan bahwa apapun kondisi negara, apabila umat ini bisa mandiri, bisa membiayai diri sendiri, bisa bersikap mandiri, tentunya tidak akan berpengaruh secara signifikan,” kata Viva Yoga.

Selanjutnya Viva Yoga mengingatkan fondasi ekonomi umat, yakni koperasi, harus mulai mengarah kepada digitalisasi. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk pengembangan kekuatan ekonomi umat.

Viva Yoga berharap gerakan ekonomi umat ekonomi umat menjadi gerakan sosial dan gerakan budaya sehingga bisa berdampak terhadap umat.

“Insya Allah akan memberikan multiplier effect pada kekuatan umat. Gerakan-gerakan ekonomi sudah masuk pada subsistem ekonomi, pada hal-hal yang bersifat kultural, sehingga itu akan menambah kekuatan jatidiri dan self confidence untuk membangun bersama-sama,” jelas Viva Yoga.

Sementara itu Ketua KDU KH. Ir. Nuruzzaman menyampaikan permasalahan pandemi Covid-19 telah berdampak kepada resesi dan depresi ekonomi, lalu mengarah kepada tekanan kejiwaan dan nantinya bisa berdampak kepada tekanan politis.

Dalam posisi ini, Nuruzzaman mengatakan pentingnya aliansi strategis untuk bersama-sama melakukan lompatan-lompatan luar biasa, dari tidak mungkin menjadi mungkin.

“Maka kita berharap gerakan yang dilakukan adalah gerakan yang luar bisa. Start our impossible. Mulai dari sesuatu yang tidak mungkin. Di situlah kekuatan, memulai dari sesuatu yang tidak mungkin menjadi hebat,” ungkap Nuruzzaman.

Indonesia, menurut Nuruzzaman, memiliki modal yang cukup untuk melakukan lompatan-lompatan itu. Ia menjelaskan Indonesial memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang hebat untuk menghadapi era revolusi digital 4.0 yang sekarang sudah bergeser kepada society 5.0.

Social capital ini yang diperebutkan bangsa asing sudah saatnya dijadikan kekuatan besar. Start our imposible,” tegas Nuruzzaman.

Setelah MoU antara UICI dengan KDU, acara dilanjutkan dengan sharing session bersama Ketua KDU KH Ir. H. Nuruzzaman dengan tema Kawasan Industri Halal UMKM – Kebangkitan Umat dan Rektor UICI Prof. Laode Kamaludin dengan tema Mengenal UICI lebih Dekat. (*)

  • Share