kliksaja.co – Ini keputusan penting Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Perempuan yang karib disapa Risma itu, tidak akan melakukan kebijakan lockdown meski virus corona (Covid-19) kian mewabah. Ibu Wali Kota ini takut dampak ekonomi yang muncul jika lockdown diberlakukan. Ia lebih memilih membuat protokol pencegahan corona. Berbagai petinggi instansi diundang untuk berkoordinasi.

Kepada wartawan, di Graha Sawunggaling, Surabaya, Senin (16/03/2020), Risma memastikan tidak menutup wilayahnya, tetapi memberlakukan protokol pencegahan virus asal Wuhan, Hubei China. Sang wali kota khawatir jika lockdown dilakukan, akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat. Terutama warga yang penghasilannya dari kerja harian.

Baca Juga : Malaysia Berlakukan Lockdown Mulai 18 Maret

“Kalau lockdown ekonomi bisa kolaps, itu jauh lebih berat. Tidak semua orang pendapatannya bulanan. Ada yang harian dan itu bahaya kalau enggak dapat pemasukan,” ujarnya.

Tentu saja penyebaran virus corona harus diantisipasi. Untuk membahas langkah-langkah penanggulangan penyebaran Covid-19 itulah, Risma menggelar rapat dengan jajarannya dan berbagai petinggi instansi dan perusahaan, di Graha Sawunggaling. Rapat koordinasi dihadiri petinggi perusahaan transportasi, pengusaha mal, hotel, tempat hiburan dan berbagai instansi lainnya di Kota Buaya tersebut.

Baca Juga : Wakil Ketua MPR: Pemberlakuan Lockdown Saat Ini Tidak Tepat

Risma meminta para peserta rapat membuat protokol pencegahan virus corona di area masing-masing. Menurutnya, ini sangat penting guna menekan penularan virus tersebut. Ia mengaku terpaksa mengadakan pertemuan, agar semua pihak membuat SOP dalam pencegahan penyebaran virus corona di wilayah mereka masing-masing. Dengan begitu, diharapkan pencegahannya bisa lebih efektif.

Pemkot Surabaya telah membuat beberapa protokol untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Salah satunya penyediaan fasilitas cuci tangan dan alat pengukuran suhu badan di tempat umum, serta penyimpanan karpet di masjid-masjid. Pemerintah daerah juga melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke sejumlah fasilitas dan tempat umum. Dimulai dari Balai Kota Surabaya. Risma mengimbau agar stakeholder lain melakukan hal serupa.

“Jadi, mari kita buat protokol yang sesuai kondisi dan keadaan masing-masing, silakan disesuaikan,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.(*)

Baca Juga :

KPU: Pilkada Serentak 2020 Sesuai Jadwal

Corona Meluas, Harga Minyak Turun Signifikan