Wapres Ma’ruf Amin Minta Umat Islam Jaga Kebhinekaan, Tidak Mempertentangkan Agama dan Negara

  • Share

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak seluruh umat Islam menjaga kebhinnekaan dan kesepakatan nasional.

Ma’ruf Amin mengatakan ajaran agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara tidak perlu dipertentangkan.

“Keislaman dan kebangsaan itu tidak boleh dibenturkan, tidak boleh diperdebatkan, karena kita sudah punya kesepakatan bahwa dalam melaksanakan ajaran Islam harus atas dasar kesepakatan,” kata Wapres Ma’ruf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (04/02/2021).

Penerapan ajaran agama Islam di Indonesia, jelas Ma’ruf, merupakan Islam yang utuh namun tetap dalam bingkai kesepakatan nasional, antara lain tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita bersyukur pendiri bangsa ini meletakkan dasar-dasar kesepakatan, sehingga Bhinneka Tunggal Ika itu sebagai semboyan berbangsa dan bernegara. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mengawal kebhinnekaan ini, menjaga kesepakatan-kesepakatan ini,” jelasnya.

Dikatakan Ma’ruf, isu-isu yang berkembang di media sosial tentang radikalisme, intoleransi dan ujaran kebencian merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh masyarakat.

Stabilitas nasional dan keutuhan bangsa harus terus dijaga dengan menjaga kerukunan dan toleransi antarwarga, sehingga cita-cita Indonesia menjadi negara maju dapat segera tercapai.

“Menjadi kewajiban kita untuk terus mengawal ini, atas berbagai keriuhan-keriuhan yang ada di media sosial, berbagai ujaran kebencian, sikap-sikap intoleran, itu memang akan selalu ada; dari masa ke masa selalu ada tantangan ini,” katanya.

Wapres berharap seluruh masyarakat dapat menempatkan kerukunan dan toleransi antarmasyarakat menjadi prioritas dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Upaya-upaya yang kita lakukan dalam menjaga keutuhan bangsa ini harus menjadi sesuatu yang kita prioritaskan. Tanpa kerukunan dan toleransi, kita tidak bisa membangun menjadi negara maju,” ujarnya. (*)

  • Share