Penampilannya sederhana. Begitu juga cara berdiskusinya, fokus dan santun. Puluhan tahun berada di lingkungan jaminan sosial tenaga kerja, hingga kini menjadi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, Jawa Timur.

Budi Santoso, SE, MM terlihat fokus ketika diajak berdiskusi terkait pekerjaan dan pemikirannya terhadap masalah jaminan sosial ketenagakerjaan. Terlihat, dia seorang yang memiliki totalitas dalam bekerja.

Budi, figur yang sederhana di antara anak buah yang dia pimpin. “Saya sudah bekerja sejak namanya masih jamsostek, hingga berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Pernah bertugas di Surabaya, Yogjakarta dan Semarang. Lahir di Purwokerto, saat ini memilih membangun dan membesarkan keluarganya di Semarang.

Budi menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, ketika harus jauh dari keluarga. Hal itu, tidak mengganggu aktifitas kerjanya di BPJS TK.

Sabtu-Minggu dia kembali ke Semarang dengan jalur kereta. Dan, itu menjadi hiburan akhir pekannya. “Kami ini orang KAI,” katanya bercanda.

Kini, satu hal yang terus dia perjuangkan: bahwa masyarakat pekerja wajib terlindungi. “Untuk saat ini, saya melihat di Bojonegoro banyak sekali yang belum terlindungi,” katanya.

Misalnya saja, para guru formal, guru non formal, atau bahkn para perangkat desa. “Sampai saat ini, kelompok ini belum banyak yang terlindungi,” katanya.

Kelompok lain, misalnya Guru GTT yang berada di bawah Kemenag. Jumlah mereka di Bojonegoro ada sekitar 8000 guru. “Dan, mereka belum terlindungi,” katanya.

Inilah yang menjadi perjuangan dan pengabdian Budi. Bagaimanapun, peran BPJS TK akan signifikan untuk membantu penyelesaian persoalan ini.(*)