Koordinator Nasional Kaukus Muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ja’far Shodiq mengatakan bahwa pandemi Covid-19 bukanlah rekayasa atau berbau konspirasi. Banyaknya korban terinfeksi dan meninggal dunia merupakan bukti bahwa Covid-19 nyata adanya.

“Kalo kita katakan itu konspirasi, misalnya Amerika, itu korban meninggalnya tertinggi, atau China juga, Covid-19 ini nyata ,” kata Ja’far dalam dialog virtual di Klik TV dengan tema “Peran Pemuda dalam Merespon Pandemi Covid-19; Antara, Azab dan Kenyataan”, Sabtu (02/05/2020).

Ja’far mengatakan bahwa konspirasi kaitannya dengan Covid-19 saat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Memunculkan isu tersebut merupakan tindakan yang tidak produktif.

“Teori konspirasi itu lahir dari orang-orang kalah dan pernyataan itu tidak memberi solusi apa-apa,” lanjut Ja’far.

Oleh karena itu, daripada menyibukkan diri dengan teori konspirasi, Ja’far mengajak para pemuda mengambil peran nyata dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Di antara yang bisa dilakukan adalah dengan tidak keluar rumah, kecuali untuk hal yang sangat penting. Selain itu, para pemuda bisa melakukan hal-hal kreatif, misalnya membuat lagu atau membuat tulisan yang inspiratif di tengah pandemi Covid-19.

Pemuda, menurut Ja’far, mempunyai potensi besar tertular dan menularkan virus. Hal ini melihat kepada pola pergerakan yang lebih dinamis daripada orang tua.

“Justru penularan itu paling banyak menginfeksi anak muda. Karena mereka lebih susah untuk tidak keluar rumah, lebih ngeyel, sering nongkrong, jadi ya banyak tertular,” tutur Ja’far.

Ja’far menyebut pandemi Covid-19 sebagai musibah yang harus dihadapi secara kolektif. Menurutnya semua harus terlibat, mulai yang paling sederhana adalah dengan tidak keluar rumah.

“Semua unsur bangsa harus terlibat dalam penanganan Covid-19, sosialisasi harus benar, media harus banyak, dan perbanyak hal-hal kreatif yang bisa disebar melaui internet,” tambahnya. (*)