Jangan Keliru Teladani Nabi

  • Share

Oleh : Ahmad Sarwat, Lc,MA

Bahwa kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah rujukan dan panutan serta suri tauladan bagi kita umat Islam, itu kita semua sepakat bulat.

Bahwa kita harus menjadikan jati diri Beliau SAW sebagai idola kita, juga sepakat dan tanpa perbedaan.

Bahwa Beliau SAW seorang yang sangat mengerti teknologi, itu juga fakta dalam sirah nabawiyah yang tidak bisa ditolak.

Ada bebeberapa contoh yang bisa saya sebutkan. Misalnya apa yang Beliau SAW terapkan dalam perang Khandaq di tahun kelima hijriyah ketika menghadapi 10 ribu pasukan. Teknologi yang Beliau SAW gunakan adalah teknologi yang belum pernah digunakan bangsa Arab sebelumnya, yaitu dengan menggali parit sebagai benteng.

Jelas ini sebuah teknologi terbaru untuk ukuran di negeri beliau di masa itu. Inspirasinya Beliau dapat dari Salman Al-Farisy, yang pernah tinggal di Persia. Walaupun teknologi itu milik orang kafir di zamanya, tidak mengapa diadaptasi kalau memang punya nilai tambah.

Misalnya lagi, ketika Beliau SAW mengirim surat ajakan masuk Islam kepada para raja dunia, Beliau SAW pun membuat stempel yang berupaca cincin. Stempel ini tidak dikenal di negeri Arab sebelumnya, namun sudah lazim digunakan para raja di masa itu untuk saling berkorespondensi dengan sesamanya.

Jangan tanya tentang pengetahuan Beliau terhadap obat-obatan. Banyak sekali hadits yang merekam kapasitas Beliau dalam menjelaskan penyakit dan beragam macam obatnya.

Sebagai orang Mekkah (baca: Quraisy) yang luas pergaulannya dengan dunia luar, dimana kebiasaan mereka mengadakan perjalanan ke luar negeri untuk bisnis, baik di musim dingin dan musim panas, wajar sekali kalau Nabi SAW punya banyak sumber ilmu pengetahuan, termasuk teknologi dan pengobatan.

Dan itu terbukti bahwa di luar negeri Arab sekalipun, obat-obatan yang diceritakan Beliau memang digunakan juga oleh banyak masyarakat dunia.

Jadi kalau kita buat profil NAbi SAW terkait dengan teknologi, gambaran sosok Beliau adalah orang yang melek teknologi, tidak kuper, adaptatif terhadap perkembangan teknologi meski datangnya dari luar Arab. Meski penemunya orang-orang kafir sekalipun. Tapi teknologi tetap teknologi.

Maka yang kita teladani dari Rasulullah SAW bukan teknologi yang beliau pakai di zamannya. Harus hati-hati dan jangan keliru. Bukan teknologinya yang kita tiru, sebab teknologi itu punya tabiat yang terus berkembang, setiap hari selalu ada penemuan terbaru, yang bisa saja mengoreksi teknologi yang dikenal sebelumnya.

Karakteristik teknologi itu adalah selalu berkembang degan sangat cepat dan sangat dinamis, siapa yang tidak mengikuti perkembangannya akan dilindas oleh zaman.

Maka keteladanan Nabi SAW itu justru terletak pada bagaimana keterbukaan Beliau SAW terhadap perkembangan teknologi, bagaimana beliau SAW menjadi orang yang tidak gaptek, tidak kuper, tidak kampungan, dan tidak terjebak dengan teknologi ketinggalan zaman.

Lucunya, di masa sekarang ini malah banyak orang yang pada terbolak-balik. Yang diikuti malah teknologi di masa kenabian. Padahal itu teknologi 14 abad yang lalu. Sudah terlalu banyak perkembangan terbaru selama 14 abad ini.

Tambah lucu lagi justru ada orang yang sinis dan terkesan memusuhi perkembangan teknolog modern. Dikatakannya bahwa itu milik orang kafirmusuh agama. Lantas dia mewajibkan kita kembali kepada teknologi di masa kenabian.

Orang macam ini kalau Nabi SAW tahu, pasti dimarahi habis-habisan. Sebab telah keliru dalam meneladani sosok Nabi Muhammad SAW. Yang diteladani itu visinya yang visioner, bukan teknologinya.

Sumber: Rumahfiqih.com

 

  • Share