Kabupaten Agam, Suamtera Barat, dinilai membutuhkan pemimpin yang memiliki gebrakan agar dapat keluar dari stigma Kabupaten tertinggal. Agam sudah saatnya dipimpin oleh karakter pemimpin yang cerdas, cepat, kreatif dan inovatif sehingga mampu memberikan terobosan untuk kemajuan Kabupaten Agam.

Hal ini muncul dalam diskusi virtual KLIK TV dengan tema “Masa Depan Kabupaten Agam”. Hadir sebagai narasumber, Muhammad Kasmir (Pengusaha yang juga founder PT Uniteda Arkato), Abdul Rozak Rosid, (Direktur, Surau Institute) pada Senin (06/07/2020).

Muhammad Kasmir, menyinggung pentingnya sosok pemimpin Kabupaten Agam untuk perubahan. Menjelang Pilkada 2020 Kabupaten Agam, menurutnya ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang cerdas, kreatif, inovatif dan mampu membawa gebrakan untuk kemajuan Kabupaten Agam.

“Masa depan Kabupaten Agam bergantung pada pemimpinnya, harus ada gebrakan, saya berharap kepada warga Kabupaten Agam. Carilah pemimpin yang visioner, cerdas, kreatif dan inovatif. Kebutuhan pemimpin yang punya terobosan sangat mendesak bukan pemimpin yang biasa-biasa saja”. Kata Muhammad Kasmir dalam paparannya.

Kasmir menambahkan, Kabupaten Agam memiliki potensi besar yang tidak digarap. Sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata merupakan sektor yang sangat potensial. hanya saja ini tidak berkembang karena faktor kepemimpinan yang selama ini tidak memiliki terobosan.

“Angka PDRB yang statis, kebijakan pertanian, perikanan, kebijakan sektor pariwisata sama sekali tidak ada terobosan selama ini. Saya beberapa kali kunjungan luar negeri, contoh saja negara Belgia, sungai dan tanah disana semua dimaksimalkan untuk kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Sungai dikelola untuk perikanan, tanah-tanah bibir sungai ditanami rumput hijau agar air tetap jernih, dan ikan berlimpah di sungai”. Kata Kasmir dengan penuh semangat.

Kasmir juga menyinggung pentingnya pengembalian jati diri minang bagi masyarakat Kabupaten Agam, mulai dari adat budaya dan bahasa yang dinilai saat ini mulai terkikis.

Disisi lain, Abdul Rozak Rosid, mengiyakan bahwa di Kabupaten Agam adat sudah tipis. Birokrasi berbelit dan kebijakan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata masih belum ada terobosan. “Betul kata pak Kasmir, dalam bahasa riset saya adat di Agam sudah tipis, birokrasi malah menjadi penghambat kemajuan, dan belum ada terobosan untuk mencapai kemajuan Agam”. Kata Abdul rozak yang biasa di sapa Iwa.

Abdul Rozak menambahkan, masyarakat saat ini mulai apatis terhadap politik karena seringnya diberikan jani-janji politisi.

Menyinggung masa depan Kabupaten Agam, Abdul Rozak mengurai bahwa Agam memiliki program madani dimana mewujudkan nagari-nagari madani melalui konsolidasi gagasan. Agam sendiri menurutnya termasuk wilayah agraris dengan pemandangan yang indah dan potensi wisata yang bagus, potensi hasil tani yang juga sangat tinggi. Namun semua tidak bisa dimaksimalkan “Agam adalah harimau yang disegani tapi tidak menerkam” Kata Abdul Rozak.