Di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, nama Maigus Tinus mungkn belum banyak dikenal, terutama di kalangan muda. Akan tetapi, bagi para perantau, namanya tidak asing, ia dikenal sebagai pengusaha yang sukses.

Kini, nama Maigus tiba-tiba menjadi topik pembicaraan hangat. Ia disebut-sebut sebagai kandidat Bakal Calon Bupati Solok menggantikan Gusmal dalam Pilkada 2020 mendatang.

Lalu, siapa sebenarnya Maigus Tinus?

Maigus Tinus merupakan putra kelahiran Talang 26 Mei 1977. Ia menamatkan studi S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) Padang.

Saat ini, ia merupakan direktur PT. Insekta Fokustama, sebuah perusahaan yang bergerak pada layanan pengendalian dan pembasmian hama.

Maigus pernah menjadi Ketua DPP KUKMI (Kerukunan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia) periode 2011-2016. Selain itu, nama Maigus juga terdaftar dalam jajaran pengurus organisasi pengusaha di Jakarta.

Maigus dikenal sebagai pengusaha yang punya keberpihakan terhadap usaha kecil dan menengah. Ia pernah membantu pengusaha kecil dan menengah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, sertifkat ISO 2000, hingga izin edar Badan POM di Jakarta.

Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan ingin pulang ke Kabupaten Solok untuk bisa mengabdi dan memberdayakan produk usaha rumah tangga masyarakat di Kabupaten tersebut.

“Hari ini saya ingin pulang ke Solok untuk bisa mengabdi dan memberdayakan produk usaha rumah tangga masyarakat di Solok, khsususnya pedagang kecil dan menengah,” kata Maigus dalam sebuah wawancara.

Saat ini, Maigus tengah menyiapkan Bank Infak untuk membantu pergerakan ekonomi rakyat berbasis syariah. Kabarnya, Bank Infak tersebut akan diluncurkan dalam waktu dekat bersama Sandiaga Uno.

Menurut Maigus, Bank Infak selain membantu perekonomian rakyat sesuai syariah, juga untuk memangkas rentenir.

“Target Bank Infak ini adalah membantu perekonomian rakyat sesuai syariat Islam dan mungkin saja bisa memangkas usaha rentenir yang kerap kali melumpuhkan ekonomi masyarakat kita di Kabupaten Solok, kita juga sudah punya skema tentang pinjaman modal usaha untuk petani kita,” ujar Maigus.

Masih dalam satu wawancara, Maigus melihat potensi pendidikan Kabupaten Solok pada Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY), yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi setingkat Universitas di Kabupaten Solok.

Menurut Maigus, perguruan tinggi tersebut harus dapat dimanfaatkan secara optimal demi kemajuan Kabupaten Solok.

Selain memaksimalkan potensi UMMY, menurut Maigus, untuk memajukan Kabupaten Solok, perlu meningkatkan kualitas pendidikan dengan membentuk SDM unggul melalui program rekreasional kreatif.

Maigus mengaku telah menyiapkan konsep pembangunan untuk memajukan Kabupaten Solok, yakni pembangunan yang berdasarkan kearifan lokal dan kebutuhan.

“Meskipun saya sudah membuat visi dan misi pembangunan, tetap saja pembangunan lama akan kita lanjutkan, tidak boleh dibiarkan terbengkalai. Oleh karena itu konsep pembangunan yang telah disusun sedemikian rupa akan ada evaluasi sesuai aspirasi masyarakat, mahasiswa di Solok juga perlu didengar pendapatnya, begitu juga unsur lain seperti tenaga honorer dan guru disekolah, cerdik pandai dan tokoh agama serta tokoh adat, kita rangkul semuanya untuk membangun daerah,” kata Maigus.

Selain Maigus Tinus, beberapa nama dikabarkan bakal maju dalam Pilkada Kabupaten Solok 2020 mendatang. Diantaranya adalah Nofi Candra, Agus Syahdeman, Yulfadri Nurdin, Jon Firman Pandu, Iriadi Dt. Tumangguang, Epyardi Asda, Fauzi Wirman, dan Elyunus