Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump berencana menunda penerbitan visa bagi warga dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Kebijakan ini memperpanjang rentetan penolakan terhadap Trump memimpin negara adidaya tersebut sejak diketahui memenangi pemilihan presiden.

Kecaman atas kebijakan Trump yang kerap menjadi kontroversi umat Islam ini ternyata juga diutarakan oleh mantan pejabat AS, Madeleine Korbel Albright.

Dikutip dari laman The Hill, dalam akun twitter-nya, Albright menyatakan diri siap menjadi muslim sebagai bentuk solidaritas.

Baca Juga:

Sudah Jalin Komunikasi dengan Trump, Presiden Jokowi Yakin Hubungan RI-AS Semakin Baik

Ruhut Yakin Ahok-Djarot Bakal Menang Seperti Donald Trump

Para Negara Sahabat Apresiasi Peran Indonesia di Dunia Internasional

 
“Saya dibesarkan sebagai Katolik, lalu saya pindah ke Protestan, dan kemudian saya merasa cocok sebagai Yahudi. Dan sekarang saya siap untuk menjadi seorang Muslim sebagai bentuk solidaritas,” tulis Albright di akub twitter pribadinya, 26 Januari 2017.

Pada hari yang sama, Albright yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Negara AS era Bill Clinton ini juga mengecam kebijakan Trump yang tidak akan lagi menerima pengungsi Suriah ke negaranya.

“Patung liberty tidak dibuat dalam cetakan kecil. AS harus tetap terbuka untuk semua orang dari setiap agama dan latar belakang apapun,” tulisnya dalam akun @madeleine.